22 Tahun Tagana Mengabdi, Khofifah Tekankan Sinergi Sebagai Kunci Ketangguhan Bencana
Gubernur Khofifah menyebut peran Tagana mulai mendirikan tenda pengungsian, mengelola dapur umum, hingga membantu proses evakuasi pasca bencana-Humas Pemprov Jatim-
Khofifah menyoroti peran penting Tagana pada fase pemulihan pasca bencana. Selain menyalurkan bantuan logistik secara cepat dan tepat sasaran, Tagana memberikan layanan dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan, guna mempercepat pemulihan mental masyarakat.
“Kawan-kawan Tagana bekerja luar biasa. Mulai pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana, mereka selalu ada dan siap,” ucap Khofifah.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jatim berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia Tagana. Upaya tersebut dilakukan melalui program Sapa Bansos di 38 kabupaten/kota, termasuk penyaluran tali asih dan bantuan operasional.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas Perkuat Ukhuwah
Selain itu, pemerintah mendorong pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, pengadaan asuransi, serta pembaruan alat pelindung diri dan peralatan evakuasi. Itu dilakukan untuk menunjang profesionalisme dan keselamatan relawan.
Khofifah berharap semangat kerelawanan Tagana terus tumbuh dan mampu menginspirasi generasi muda untuk peduli terhadap isu kemanusiaan dan mitigasi bencana.
Sebagai informasi, Tagana merupakan relawan berbasis masyarakat di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia. Relawan ini berdiri pada 2004, Tagana telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Sosial akan terus memperkuat peran Tagana sebagai garda terdepan pelayanan sosial yang responsif dan adaptif.
Dengan semangat 22 tahun pengabdian, Tagana diharapkan semakin profesional, solid, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: