Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Pastikan Keselamatan Warga
Gubernur Khofifah membagikan bantuan kepada warga korban banjir-Humas Pemprov Jatim-
Selain berdampak pada permukiman, banjir menyebabkan lahan pertanian mengalami gagal panen atau puso. Pemprov Jatim akan memberikan bantuan benih bagi petani terdampak setelah proses pendataan selesai dilakukan.
BACA JUGA:Open House di Grahadi, Gubernur Khofifah Pererat Silaturahmi dan Berbagi Sembako
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Takbir dan Parade Bedug di Masjid Al-Akbar
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga meninjau dapur umum di Kantor Kecamatan Rejoso. Dapur umum tersebut mampu memproduksi sekitar 1.500 paket makanan siap saji setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Dia memastikan distribusi makanan berjalan merata dan kualitasnya tetap terjaga. “Kebutuhan konsumsi warga harus terpenuhi dengan baik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” tegasnyi.
Di sela kunjungan, Khofifah berinteraksi dengan anak-anak korban banjir dan membagikan mainan untuk menjaga keceriaan mereka. Dia menekankan pentingnya memberikan dukungan psikologis agar anak-anak tidak mengalami trauma.
Sumiati, salah seorang warga mengatakan ketinggian air sempat mencapai perut orang dewasa pada dini hari. “ Tadi subuh air sampai perut, kami tidak bisa tidur,” ujarnyi.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas Perkuat Ukhuwah
Berdasarkan data BPBD Jatim per Kamis, 26 Maret 2026, pukul 06.00 WIB, banjir di Pasuruan dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak 24 Maret 2026.
Genangan di Kecamatan Rejoso mencapai setinggi lutut orang dewasa dan diperparah oleh pasang air laut serta kondisi drainase yang kurang memadai.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 1.148 kepala keluarga. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan.
Antara lain Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: