PDIP Kritik Kebijakan WFH Rabu, Sebut Kinerja Pemprov Jatim Bisa Terfragmentasi

PDIP Kritik Kebijakan WFH Rabu, Sebut Kinerja Pemprov Jatim Bisa Terfragmentasi

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Yordan M. Batara-Goa-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa soal work from home (WFH) setiap hari Rabu bagi ASN Pemprov Jatim memantik respons dari Gedung Indrapura. 

Fraksi PDIP DPRD Jatim menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki basis argumen yang kuat. Bahkan, kebijakan itu malah akan kontraproduktif dengan pelayanan publik.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Yordan M. Batara-Goa, menyatakan bahwa penempatan WFH di tengah pekan merusak ritme birokrasi. Menurutnya, jika semangat utamanya adalah efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menekan kemacetan, maka hari Rabu bukanlah pilihan yang logis.

"Logika mobilitas tinggi itu ada di awal dan akhir pekan, yakni Senin atau Jumat. Secara nasional, diskusinya mengarah ke sana. Kalau ditaruh di Rabu, siklus kerja jadi terfragmentasi. Senin-Selasa kerja, Rabu WFH, Kamis masuk lagi. Koordinasi bisa terputus," ujar Yordan kepada Harian Disway Kamis, 26 Maret 2026.

BACA JUGA:Pemprov Jatim Siapkan Skema WFH Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

BACA JUGA:Mulai Minggu Depan, Puluhan Ribu ASN Pemprov Jatim WFH Setiap Hari Rabu

Yordan yang juga anggota Komisi A tersebut khawatir dengan munculnya ego sektoral atau ketidaksinkronan jadwal antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Ia mencontohkan, jika pusat mendadak melakukan sidak atau koordinasi penting pada Rabu, posisi ASN Pemprov Jatim yang sedang WFH bisa menjadi kendala teknis.

Selain urusan birokrasi, dampak ekonomi lokal juga menjadi sorotan. Menurut Yordan, ekosistem di sekitar perkantoran seperti UMKM, warung makan, hingga transportasi publik akan kehilangan omzet di tengah minggu.

Menanggapi alasan pemilihan hari Rabu untuk menghindari long weekend, Yordan juga menilai argumen tersebut inkonsisten. Pemprov berargumen bahwa jika WFH ditetapkan pada Senin atau Jumat, berpotensi menghadirkan fenomena long weekend yang malah tidak selaras dengan semangat penghematan.

BACA JUGA:Pemerintah Pertimbangkan WFH dan Empat Hari Kerja Seminggu, Antisipasi Krisis BBM Akibat Perang

BACA JUGA: WFO, WFH, atau WFA: Mana yang lebih Baik?

Menurut Yordan, ketakutan bahwa ASN akan menyalahgunakan WFH untuk berlibur seharusnya bisa diatasi dengan teknologi, bukan dengan menggeser hari.

"Kita sudah punya aplikasi foto geotag untuk memantau lokasi ASN. Kalau alasannya hanya takut mereka liburan, berarti tujuannya bukan lagi efisiensi BBM, tapi sekadar urusan administratif. Ini tidak strategis," tegas politikys PDIP yang juga ketua Bapemperda DPRD Jatim tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: