Halalbihalal
ILUSTRASI Halalbihalal.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Elite sosial dan politik yang melakukan kesalahan di Barat akan mengundurkan diri. Di Jepang akan harakiri atau bunuh diri. Di Indonesia akan mencari seribu satu alasan untuk menghindar dan menyembunyikan kesalahan.
Elite politik yang mengundurkan diri adalah barang langka yang menjadi kemewahan atau luxury di Indonesia. Ketika ada elite yang mengundurkan diri karena bertanggung jawab terhadap sebuah kesalahan, reaksi yang muncul bisa ganda: ada yang yang mengapresiasi dan ada yang mencibir.
Kasus terbaru melibatkan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo. Ia mengundurkan diri karena kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diduga dilakukan anggota Bais.
Beberapa kalangan menganggap pengunduran diri itu sebagai manuver untuk menyelamatkan aktor intelektual di balik penyerangan tersebut. Namun, ada juga yang mengapresiasinya sebagai langkah kemajuan di tubuh TNI.
Terlepas dari pro dan kontra terhadap kasus penyerangan itu, pengunduran diri itu membawa budaya segar dalam tradisi politik di Indonesia.
Publik menyaksikan banyak sekali peristiwa kejahatan besar yang melibatkan institusi seperti Polri, tetapi tidak ada pengunduran diri sebagaimana yang terjadi di TNI.
Dalam kasus Ferdy Sambo, tidak ada jenderal atasan Ferdy yang mengundurkan diri. Dalam kasus Km 50, tidak ada satu pun petinggi Polri yang mengaku bertanggung jawab, apalagi mengundurkan diri.
Kasus yang mirip Andrie Yunus terjadi pada Novel Baswedan pada April 2017. Pelaku baru tertangkap hampir tiga tahun setelah kejadian. Setelah terungkap bahwa pelaku adalah anggota Polri, tidak ada petinggi Polri yang minta maaf, apalagi mengundurkan diri.
Tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf. Momen Idulfitri tahun ini bisa dimanfaatkan oleh petinggi Polri untuk halalbihalal, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas kesalahan yang dilakukan di masa lalu.
Akan lebih baik lagi kalau ada petinggi Polri –apalagi Kapolri– yang berani mengundurkan diri sebagaimana yang dilakukan Letjen Yudi Abrimantyo. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: