Makar

Makar

ILUSTRASI Makar.-Arya/AI-Harian Disway -

SEMESTINYA acara halalbihalal berisi saling memaafkan kesalahan. Begitulah tradisi Lebaran di Indonesia. Namun, halalbihlal para aktivis demokrasi dan pengamat politik di Jakata, 6 April 2026, tidak berisi maaf-memaafkan, malah berisi seruan untuk menggulingkan presiden.

Acara itu bertajuk Halalbihalal Pengamat sebelum Ditertibkan. Dari judul acaranya saja sudah bisa ditebak siapa saja yang datang dan siapa yang disindir dengan judul acara itu.

Yang terjadi bukan halalbihalal, melainkan lebih mirip ”harambiharam”. Sebab, rata-rata pembicara memakai forum itu untuk mengkritisi pemerintahan Prabowo Subianto. 

Semua pembicara kelihatannya sepakat bahwa pemerintahan Prabowo adalah ”haram” dan sudah halal untuk digulingkan.

BACA JUGA:Mahfud MD: Ajakan Jatuhkan Prabowo Bukan Tindakan Makar

BACA JUGA:Presiden Perintahkan TNI-Polri Bertindak, Prabowo Sebut Ada Indikasi Makar

Yang menjadi bintang di acara itu tiga orang. Semuanya sama-sama menyerukan penggulingan Presiden Prabowo Subianto. Feri Amsari menyerukan penggulingan melalui impeachment atau pemakzulan. Saiful Mujani dan Islah Bahrawi langsung menyerukan penggulingan melalui gerakan massa.

Seruan Saiful Mujani itu kemudian viral di media sosial. Seruan Islah Bahrawi juga beredar di media sosial, tapi kalah viral dari video Saiful Mujani. Karena seruannya itu, Mujani dan Islah Bahrawi dituduh makar. Dan –seperti kebiasaan selama ini– ada yang melaporkan ke polisi. 

Feri Amsari sama-sama menyerukan penggulingan. Cuma, mekanismenya lewat impeachment di parlemen. Feri, tampaknya, lebih berhati-hati dengan seruannya sehingga memilih koridor aman melalui impeachment di parlemen.

Mungkin saja Feri cari jalan yang lebih aman. Ia tentu sangat paham bahwa impeachment melalui parlemen ribet dan berbelit-belit.

BACA JUGA:Prabowo Deteksi Upaya Makar dan Terorisme di Balik Maraknya Penjarahan dan Pembakaran

Dalam mekanisme demokrasi, pemecatan presiden dapat diajukan DPR kepada MPR setelah terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) guna mengadili dan memutus pendapat DPR tentang hal pelanggaran yang dilakukan presiden.

Prosesnya ribet dan panjang. Namun, tidak berarti pemakzulan mustahil dilakukan. Dalam politik, tidak ada kata mustahil. Tetapi, hitung-hitungan politik kekuatan koalisi pemerintah di parlemen sekarang menunjukkan kekuatan yang dominan. Dengan dmeikian, impeachment sulit dijalankan.

Sebab itulah, Saiful Mujani tidak mau berbasa-basi dengan impeachment melalui parlemen. Ia lugas mengatakan, jalan yang paling memungkinkan untuk menggulingkan Prabowo adalah melalui gerakan massa seperti Raformasi 1998.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: