Makar
ILUSTRASI Makar.-Arya/AI-Harian Disway -
Islah Bahrawi juga tegas menyerukan penggulingan melalui aksi massa. Malah, Bahrawi membumbuinya dengan drama. Ia mengatakan bahwa ia sudah mewakafkan hidupnya untuk perjuangan. Ia mengatakan bahwa kalau mati secara tidak wajar, dipastikan ia dibunuh.
Belakangan ini Bahrawi menjadi salah satu suara oposisi yang sangat vokal. Tretan dibik asal Madura itu dikenal sebagai staf ahli Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan spesialisasi pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Ia menjadi pendukung Jokowi, tetapi kemudian berbalik membela Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Ia menyerang Jokowi dengan sangat keras. Dalam salah satu unggahan video, ia menyebut Jokowi sebagai monster culas.
Saiful Mujani mengejutkan banyak orang karena seruannya yang sangat lugas. Ia dituduh makar. Tapi, banyak yang membela. Seruannya dianggap bukan makar, melainkan bagian dari ekspresi demokrasi. Salah satu yang membela Mujani adalah Mahfud MD, mantan cawapres Ganjar Pranowo.
Mujani lulusan Ohio dan menjadi salah seorang murid kesayangan Bill Liddle yang dikenal sebagai suhu ilmu politik Indonesia.
Ia mendirikan lembaga survei SMRC (Saiful Mujani Research Consulting) dan dikenal sebagai pionir survei politik dengan metode ilmiah yang akurat. Pada awal 2000-an survei politik belum dikenal. Namun, sekarang lembaga survei membeludak di mana-mana.
Marcus Mietzner, indonesianis asal Australia, menulis sejarah polling politik di Indonesia dan menceritakan kongsi antara Saiful Mujani dan Denny J.A. untuk mendirikan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2005. Lembaga itu hanya punya klien terbatas karena polling politik belum dikenal di Indonesia.
Kongsi Saiful-Denny kemudian pecah. Denny mendirikan Lingkar Studi Indonesia (LSI) dan Saiful mendirikan SMRC. Dua sohib itu pisah jalan karena beda prinsip. Saiful dianggap lebih idealis, sedangkan Denny lebih pragmatis.
Denny sekarang sudah menikmati kursi komisaris dan memburu status sebagai sastrawan. Pengusaha survei lain seperti Mohammad Qodari malah sudah menjadi kepala Staf Kepresidenan berkat jasa-jasanya dalam memberikan konsultasi politik kepada penguasa.
Saiful Mujani masih berada di pinggiran kekuasaan. Ia menjadi guru besar ilmu politik di UIN Syarif Hidayatullah. Sekarang ia menjelma menjadi juru bicara barisan oposisi yang menyerukan penggulingan terhadap Prabowo Subianto.
Mujani tentu punya hitung-hitungan politik tersendiri sebelum menyerukan penggulingan Prabowo melalui gerakan massa. Situasi politik internasional yang karut-marut menjadi salah satu pemicu yang bisa membakar massa.
Di Amerika Serikat, Donald Trump yang menjadi patron Prabowo, sudah kalah dalam perang melawan Iran. Ia juga menghadapi serangan makar dan impeachment yang bisa membahayakan posisinya sebagai presiden.
Kalau Trump jatuh oleh impeachment akibat tekanan massa, nasib Prabowo bisa di ujung tanduk. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: