18.000 Penumpang Jumlah Arus Balik di Tanjung Perak

18.000 Penumpang Jumlah Arus Balik di Tanjung Perak

Pemudik Sedang melakukan mengantre untuk menaiki kapal Kirana yang akan berlayar dari pelabuhan Tanjung Perak menuju Lembar di Lombok pada Sabtu, 23 Maret 2026.-Chalid Syame-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Sejak pagi tadi keramaian terlihat di sekitar pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu, 28 Maret 2026. Beberapa truk dan bus muatan penumpang tiba di dermaga setelah melewati pelayaran panjang yang memakan waktu berhari-hari. Selama penghujung liburan panjang, tercatat setidaknya telah terjadi peningkatan jumlah pemudik hingga 18.542 orang. 

Berdasarkan laporan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), jumlah ini mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 71 persen. Beberapa kapal juga aktif melayani rute pelayaran ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga NTB. Kapal Dharma Lautan Utama (DLU), Dharma Bandar Mandala (DBM) dan Timur Mila Utama (TMU) menjadi maskapai pelayaran yang aktif beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak. 

Salah satu penumpang Kapal Kirana yang berlayar di bawah perusahaan Dharma Lautan Umum, Alwi Syahbana, menceritakan sedikit kisah perjalanan mudiknya. Ia mengaku telah berlayar dari pelabuhan Lembar yang berada di Lombok menuju Surabaya sejak kemarin malam. 

BACA JUGA:Puncak Arus Balik 24 Maret, Pemerintah Imbau Pemudik Maksimalkan WFA, Tunda Perjalanan Hingga 25 Maret

BACA JUGA:Penyebab Oli Motor Matic Cepat Habis setelah Mudik dan Balik, Waspadai sebelum Terlambat

“Naik sejak kemarin malam di Lembar dan sekarang baru sampe jam 10 pagi tadi. Badan cukup capek setelah berlayar semalaman. Cuaca di pagi hari juga cukup panas terik,” ujar pemuda 30 tahun tersebut kepada Harian Disway. 

Ada juga Endang Sari yang sedang menunggu jadwal keberangkatannya dengan tujuan ke Banjarmasin. Ia bersama keluarganya adalah penumpang dari kapal Timur Mila Utama.

“Jadwal pelayaran biasa tiba-tiba berubah. Kalau bongkar muatan kapal itu mungkin agak lama dan orang-orang mulai padat. Jadi ya sabar nunggunya,” ujar perempuan paruh baya tersebut

Beberapa petugas kepolisian dari Samapta Tanjung Perak juga tampak membantu mengamankan jalannya arus balik. Ini merupakan aktivitas penjagaan yang dilakukan pasca berakhirnya operasi Ketupat Polda Jatim yang telah digelar selama 13 hari. Kepolisian juga melakukan koordinasi untuk melakukan antisipasi sejumlah arus balik pemudik melalui Kegiatan Rutin yang di Tingkatkan (KRYD).  (*)

BACA JUGA:Perawatan Kendaraan setelah Perjalanan Jauh: Tips Wajib Biar Motor dan Mobil Tetap Prima Usai Mudik

*) Peserta Magang Kemenagker RI 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: