Kejahatan Global 2026 Meningkat: Ancaman Siber dan Keamanan Dunia Picu Kekhawatiran Publik

Kejahatan Global 2026 Meningkat: Ancaman Siber dan Keamanan Dunia Picu Kekhawatiran Publik

Keamanan Siber (Cyber Security) kekerasan sekarang tidak hanya secara fisik tapi juga kekerasan dalam ruang digital yang kian marak.-freepik-freepik

HARIAN DISWAY - Tahun 2026 ditandai dengan meningkatnya kekhawatiran global terhadap berbagai bentuk kejahatan, baik konvensional maupun digital.

Laporan Global Cybersecurity Outlook 2026 menunjukkan bahwa penipuan berbasis digital kini mencapai tingkat tertinggi. Dan, sebagian besar masyarakat dunia pernah terpapar kejahatan siber.

Hal ini memperlihatkan bahwa ancaman tidak lagi terbatas pada kejahatan fisik. Tetapi juga kejahatan siber di ruang digital yang semakin sulit dikendalikan.

Tren kejahatan global juga berkembang ke arah yang lebih kompleks. Praktik seperti korupsi, penipuan, dan kejahatan lintas negara diprediksi menjadi fokus utama penegakan hukum di berbagai negara pada 2026.

BACA JUGA:Apple Rilis Pembaruan Keamanan untuk iPhone 6s dan iPhone 7 Cegah Ancaman Siber Coruna Exploit

BACA JUGA:Keamanan Siber: Ancaman Senyap dari Ketidakterlibatan Manajemen Puncak

Kombinasi antara kemajuan teknologi dan globalisasi membuat pelaku kejahatan memiliki lebih banyak celah untuk beroperasi lintas batas.

Keamanan Global Picu Kecemasan Publik


RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) yang masuk Prolegnas DPR diikritisi Koalisi Masyarakat Sipil karena kental pelibatan militer. -istockphoto-

Kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan global juga meningkat tajam. Survei dari Australian National University menunjukkan bahwa sekitar tiga dari lima warga merasa cemas terhadap kondisi keamanan nasional.

Hampir setengahnya takut akan kemungkinan serangan militer dalam beberapa tahun ke depan. Ancaman baru seperti serangan berbasis kecerdasan buatan, disinformasi, hingga gangguan rantai pasok dinilai sangat mungkin terjadi oleh lebih dari 85 persen responden.

Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya kolaborasi antara kelompok kriminal dan aktor negara yang memanfaatkan kejahatan sebagai alat untuk kepentingan politik dan geopolitik.

BACA JUGA:Peran Orang Tua dalam Pengawasan Digital dan Kejahatan Siber pada Anak

BACA JUGA:Tangkal Serangan Siber, Pemerintah Siapkan RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing

Teknologi jadi Pedang Bermata Dua

Perkembangan teknologi menjadi faktor utama yang memperumit situasi keamanan global. Di satu sisi, teknologi seperti AI dan sistem pengawasan membantu aparat dalam mencegah kejahatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: