Peran Orang Tua dalam Pengawasan Digital dan Kejahatan Siber pada Anak
ILUSTRASI Peran Orang Tua dalam Pengawasan Digital dan Kejahatan Siber pada Anak.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
AKTIVITAS anak-anak dengan menggunakan gawai menghadapkan anak pada risiko terpapar kejahatan siber. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang menjadi incaran para pelaku kejahatan siber.
Tanpa pendampingan orang tua dalam bermain gawai, para pelaku kejahatan siber dapat dengan mudah menjadikan anak-anak sebagai target kejahatan.
Para pelaku kejahatan siber kini makin canggih. Mereka beroperasi di media sosial maupun game online.
BACA JUGA:Mengenal Phishing: Ancaman Kejahatan Siber di Era Digital
BACA JUGA:Tips BRI untuk Menghindari Penipuan dan Kejahatan Siber saat Lebaran
Beberapa bentuk kejahatan siber yang mengintai anak-anak, antara lain, cyber grooming, pelecehan seksual, pornografi, hingga ideologi kekerasan, baik melalui media sosial maupun game online.
Beberapa konten anomali juga dapat memengaruhi perilaku anak menjadi menyimpang hingga perilaku kriminal.
PENGAWASAN DIGITAL (DIGITAL SURVEILLANCE)
Di era digital, orang tua tidak hanya dihadapkan pada intensitas penggunaan gawai di kalangan anak-anak yang sering kali membuat orang tua kerepotan untuk melerai, tetapi juga dihadapkan pada pengawasan digital.
Pengawasan digital merupakan aktivitas pengumpulan dan analisis data yang bersumber dari individu maupun kelompok pengguna media sosial. Sekumpulan data tersebut digunakan oleh media sosial maupun orang atau organisasi yang berkepentingan untuk mengawasi individu atau kelompok tertentu.
Aktivitas pengawasan digital dilakukan dengan menggunakan mesin algoritma media sosial dan bertujuan memengaruhi perilaku individu atau komunitas tertentu untuk berperilaku sesuai yang diinginkan oleh aktor dibalik pengawasan.
Bauman & Liyon (2013) mengungkap bahwa pengawasan digital bersifat cair. Artinya, siapa saja dapat melakukan pengawasan kepada siapa pun di berbagai platform digital. Teknologi pengawasan digital itu juga dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber.
Para pelaku kejahatan itu menebar banyak akun, game, konten radikal, dan sebagainya di media sosial.
Cara bekerja pengawasan digital itu adalah sekali anak-anak mengonsumsi konten tertentu, di platform yang dikonsumsi anak-anak akan terus disuguhkan konten-konten serupa atau game serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: