KOI Siapkan Safeguarding Officer, Kawal Kasus Pelecehan di Panjat Tebing dan Kickboxing

KOI Siapkan Safeguarding Officer, Kawal Kasus Pelecehan di Panjat Tebing dan Kickboxing

Peringatan Hari Ulang Tahun Komite Olimpiade Indonesia yang ke-74-Ragil Putri Irmalia-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik mengguncang dunia olahraga tanah air. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendukung atlet hingga ofisial untuk bersuara jika menjadi korban.

Imbauan KOI tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 yang berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Perayaan ini mengusung tema “Indonesia Connected Globally, Athletes Protected Completely, United in Peace.”

Tema tersebut muncul seiring mencuatnya kasus pelecehan seksual yang menimpa atlet-atlet panjat tebing.

BACA JUGA:Taufik Hidayat Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing

BACA JUGA:Seri Piala Dunia Panjat Tebing Berlangsung di Bali, Sudah Ada 193 Atlet dari 29 Negara Sudah Berpartisipasi

Kepala pelatih panjat tebing Indonesia menjadi terduga pelaku dalam kasus yang saat ini ditangani oleh Tim Pencari Fakta FPTI.

Kasus serupa juga terjadi di cabang olahraga kickboxing. Dalam pengakuan melalui media sosialnya, salah satu atlet kickboxing buka suara mengenai tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh pelatihnya.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki Safeguarding Officer yang ditunjuk langsung oleh Olympic Council of Asia (OCA).

Sistem safeguarding tersebut bertujuan melindungi atlet maupun pelaku olahraga dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.

“Saya mengimbau kepada semua atlet, ofisial, dan pelaku olahraga untuk berani bicara kalau ada perlakuan yang tidak sesuai norma, melakukan godaan, apalagi sampai ke pelecehan seksual,” ujar Okto.

BACA JUGA:Indonesia Puasa Final di All England 2026, PBSI Soroti Progres Pemain Muda

BACA JUGA:Jadwal Lengkap DBL Camp 2026: Berburu Tiket All-Star ke Amerika Serikat

“Laporkan. Kami siap mengawal. Kami punya safeguarding. Setiap cabang olahraga telah berkoordinasi. Jangan diam karena setiap suara itu akan menjadi keterwakilan dari teman-teman,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: