Resign Usai Lebaran? Jangan Buru-Buru, Perhatikan 5 Hal Ini Dulu!

Resign Usai Lebaran? Jangan Buru-Buru, Perhatikan 5 Hal Ini Dulu!

Momen kembali ke rutinitas kerja setelah Lebaran sering memicu keinginan untuk resign--Freepik

HARIAN DISWAY – Bagi sebagian pekerja, Lebaran adalah momentum yang dipilih untuk memulai karier di tempat baru. Karena itu, resign setelah Lebaran menjadi fenomena yang banyak diperbincangkan belakangan ini.

Perubahan suasana dari libur ke rutinitas kerja sering memicu kejenuhan, bahkan keinginan untuk mencari pekerjaan baru. Namun, keputusan resign tidak bisa diambil secara emosional dan terburu-buru.

Pastikan Anda telah mempertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum mengambil keputusan untuk resign:

1.  Kondisi Finansial

Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah kondisi keuangan. Resign tanpa tabungan yang cukup bisa berdampak serius pada kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:5 Amalan Penenang Hati saat Jam Kritis Puasa, Tetap Profesional di Tempat Kerja

BACA JUGA:7 Jurusan Kuliah Paling Realistis Agar Diterima Bekerja di Pertamina

Idealnya, pekerja memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan selama 3 hingga 6 bulan ke depan.

2. Rencana Karier Harus Jelas

Keinginan resign sebaiknya dibarengi dengan rencana yang matang. Apakah akan pindah ke perusahaan lain, memulai usaha, atau melanjutkan pendidikan.

Tanpa arah yang jelas, resign justru bisa membuat kondisi semakin tidak pasti.

3. Pahami Hak dan Kewajiban

Sebelum mengajukan resign, penting untuk memahami isi kontrak kerja. Mulai dari masa pemberitahuan (notice period), hak cuti, hingga kemungkinan mendapatkan pesangon.

BACA JUGA:6 Website Freelance Internasional Tepercaya untuk Pekerja Lepas

BACA JUGA:7 Jenis Pekerjaan Freelance yang Bisa Dilakukan dari Rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: bps