Board of Peace dan Resiprositas yang Layak Dipertanyakan
ILUSTRASI Board of Peace dan Resiprositas yang Layak Dipertanyakan.-Arya/AI-Harian Disway -
BACA JUGA:Sugiono Tegaskan Indonesia Anggota Tetap Board of Peace Tanpa Iuran 1 Miliar Dolar AS
Rantai pasok global ikut terganggu. Biaya produksi meningkat. Tekanan harga meluas. Tarif, pada akhirnya, bukan sekadar instrumen proteksi. Ia juga sumber ketidakpastian.
Bagi Indonesia, tantangannya bukan memilih antara keterbukaan atau proteksi. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara integrasi global dan kedaulatan strategis. Kedaulatan energi, pangan, dan pengelolaan keuangan negara bukan isu terpisah.
Peran pemimpin Indonesia menjadi krusial. Diplomasi ekonomi menuntut kecermatan menjaga hubungan global tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang. (*)
*) Rossanto Dwi Handoyo, guru besar ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, dan ketua Departemen Ilmu Ekonomi periode 2025–2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: