Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Misi Kemanusiaan, Total Korban Meninggal Jadi Tiga

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Misi Kemanusiaan, Total Korban Meninggal Jadi Tiga

entara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defense Force (ADF) melakukan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024 di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 13 November 2024.-TNI-

HARIAN DISWAY - Dua Prajurit TNI kembali gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon Selatan dan dua lainnya mengalami luka berat akibat ledakan di wilayah Bani Hayyan, Selasa, 31 Maret 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menyebut dua prajurit meninggal dunia dalam tugas menjaga perdamaian dunia di bawah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Dua Prajurit TNI dilaporkan gugur. Sementara, dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” ujarnya.

Selain itu, dua prajurit yang mengalami luka berat kini dirawat secara intensif di fasilitas kesehatan di Kota Beirut, Lebanon. Penanganan medis dilakukan untuk memastikan kondisi korban stabil setelah terdampak ledakan di area penugasan.

BACA JUGA:Prajurit TNI Anggota UNIFIL Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat

BACA JUGA:Kasus Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Terkait kronologi kejadian, Brigjen Rico menyampaikan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan secara rinci. Hal ini karena Kementerian Pertahanan masih melakukan koordinasi dengan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) guna memperoleh data lengkap.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban,” tegasnya.

Dengan adanya tambahan dua korban meninggal tersebut, total Prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon kini mencapai tiga orang. Sebelumnya, satu prajurit dilaporkan meninggal akibat serangan artileri di wilayah penugasan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri Israel yang menghantam lokasi Kontingen Indonesia di Kota Aadshit al-Qusyar, Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.

BACA JUGA:Menlu: Pemulangan Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Akan Dipercepat

BACA JUGA:Profil Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur karena Serangan Israel di Lebanon

Praka Farizal merupakan bagian dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Batalyon Mekanis XXIII-S/UNIFIL. Dalam insiden tersebut, tiga prajurit lainnya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif juga mengalami luka-luka.

Ia menambahkan, selama proses administrasi pemulangan ke Indonesia, jenazah prajurit yang gugur disemayamkan di East Sector Headquarters, Kota Beirut, Lebanon. Proses pemulangan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dalam misi internasional. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: