Daya Saing Talenta RI Masih Tertinggal, Kadin Jatim Dorong Sertifikasi

Daya Saing Talenta RI Masih Tertinggal, Kadin Jatim Dorong Sertifikasi

Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mendorong sertifikasi pegawai di Indonesia.-Kadin Jawa Timur-

HARIAN DISWAY - Indonesia kembali mendapat gambaran soal daya saing sumber daya manusianya di kancah global.

Dalam laporan Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2025, Indonesia menempati posisi ke-80 dari total 135 negara yang dinilai.

Laporan tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk melihat bagaimana sebuah negara mengelola, menarik, dan mempertahankan talenta sebagai modal utama dalam persaingan ekonomi dunia.

GTCI sendiri bukan laporan baru. Indeks itu pertama kali diperkenalkan pada 2013 oleh INSEAD, bekerja sama dengan Human Capital Leadership Institute di Singapura serta Adecco Group.

BACA JUGA:Kadin Sidoarjo Santuni 60 Anak Yatim, Buka Puasa, dan Bersalawat

BACA JUGA:Kadin Jatim Genjot TKDV di 38 Daerah untuk Jawab Mismatch Pendidikan dan Industri

Seiring waktu, cakupannya terus berkembang. Pada edisi 2025, GTCI menggandeng Portulans Institute untuk memperluas analisis sekaligus memperdalam indikator yang digunakan.

Pendekatan yang digunakan dalam GTCI cukup komprehensif, yakni model Input-Output. Artinya, penilaian itu melihat kondisi dasar seperti regulasi, kebijakan, hingga kualitas institusi yang mendukung pengembangan talenta.


Prosesi Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Laporan Kerja TKDV Tahun 2025 dan Rencana Program Kerja 2026 yang digelar di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Senin, 23 Februari 2026.-Kadin Jawa Timur-

Secara keseluruhan, ada 77 indikator yang digunakan untuk mengukur performa 135 negara yang mewakili hampir seluruh perekonomian global.

GTCI juga mulai memasukkan sejumlah dimensi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Beberapa di antaranya adalah adopsi kecerdasan buatan (AI), ketahanan tenaga kerja terhadap perubahan, serta tingkat kesejahteraan pekerja.

BACA JUGA:Kadin Jatim Siap Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim 8 Persen

BACA JUGA:Jawab Ketimpangan Tenaga Kerja, Kadin Jatim Gandeng IFBEX 2025 Cetak Pengusaha Baru

Seluruh metodologi yang digunakan pun sudah melalui audit dari Joint Research Centre Komisi Eropa untuk menjaga konsistensi dan validitas data.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: