F1 2026: Jeda April Jadi Penentu Nasib 4 Tim Ini
Para pembalap Formula 1 sedang melakukan Formation Lap, jelang GP Jepang 2026 dimulai--Twitter Formula 1 @F1
HARIAN DISWAY- Jeda April yang tak terduga di Formula 1 membuka ruang krusial bagi sejumlah tim untuk bangkit dari awal musim yang mengecewakan. Di tengah tekanan performa dan ancaman kehilangan pembalap kunci, empat tim menghadapi momen penentuan arah musim mereka.
Setelah Grand Prix Jepang, Formula 1 langsung memasuki jeda April yang tidak terjadwal, menyusul penghentian GP Bahrain dan GP Arab Saudi.
Bagi sebagian tim, terutama tim papan tengah hingga papan bawah, jeda ini menjadi kesempatan penting untuk mencari solusi di tengah ketatnya persaingan di grid.
Dari 11 tim di paddock, hanya empat tim yang berpotensi mendapatkan keuntungan maksimal dari jeda ini, mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas.
Red Bull
Dalam tiga seri terakhir, Red Bull hanya bisa melihat peluang podium semakin menjauh dari RB22. Mereka masih tertahan di peringkat keenam, bahkan berada di bawah Haas dan Alpine, serta mulai mendapat tekanan dari tim satelit mereka, Racing Bulls.
Permasalahan sepertinya tidak sepenuhnya berasal dari mesin Ford-Red Bull yang baru menjalani debut. Max Verstappen beberapa kali menyebut RB22 “tidak bisa dikendalikan”, sementara Isack Hadjar menilai mesinnya “bagus”, tetapi sasisnya “mengerikan”. Ini menjadi ujian besar bagi wajah baru Red Bull, khususnya bagi kepala tim Laurent Mekies.
BACA JUGA:Verstappen di Persimpangan: Antara Red Bull, Pensiun, atau Sensasi Transfer
BACA JUGA:GP Jepang 2026: Kimi Antonelli Juara dan Catat Rekor Baru di Suzuka
Selama bulan April, Red Bull memiliki kesempatan untuk kembali bekerja di markas Milton Keynes guna merumuskan rencana peningkatan, terutama pada sektor sasis agar sejalan dengan kinerja unit tenaga.
Jika gagal, ancaman kehilangan Verstappen bisa semakin besar, baik bagi tim rival maupun kemungkinan keluar dari olahraga ini.
Williams
Dengan dukungan Carlos Sainz, mesin Mercedes, peningkatan performa pada 2025, serta investasi besar di balik layar, Williams sempat diprediksi menjadi tim yang patut diperhitungkan musim ini. Namun, mereka baru mengoleksi dua poin.

Fernando Alonso (14), saat beraksi di GP Jepang 2026--Twitter Nachez @Nachez98
Kepala tim, James Vowles, kini mengemban tugas berat untuk pengampunan keadaan. FW48 dinilai terlalu berat dan kurang kompetitif, sehingga markas mereka di Grove harus segera menemukan solusi.
“Jelas, kami belum memulai musim sesuai harapan. Periode ini akan kami gunakan untuk menuangkan apa yang benar-benar bisa kami ubah,” ujar Vowles dalam video pendek di media sosial tim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: