F1 2026: Jeda April Jadi Penentu Nasib 4 Tim Ini

F1 2026: Jeda April Jadi Penentu Nasib 4 Tim Ini

Para pembalap Formula 1 sedang melakukan Formation Lap, jelang GP Jepang 2026 dimulai--Twitter Formula 1 @F1

“Bukan rahasia lagi bahwa mobil kami kelebihan berat. Pengembangan akan difokuskan pada pengurangan massa dengan cara yang masuk akal,” tambahnya.

Pertanyaannya, apakah perubahan tersebut sudah bisa terlihat saat balapan di Miami dan seri-seri berikutnya?

BACA JUGA:GP Jepang 2026: Ferrari dan Red Bull Bawa Upgrade Agresif, Mercedes Tak Lagi Aman

BACA JUGA:Max Verstappen Mengamuk di Sesi Media GP Jepang 2026, Usir Jurnalis The Guardian

Aston Martin

Sejak awal musim, berbagai masalah pada AMR26 sudah terlihat jelas, dan tim tampak belum siap menghadapinya.

Bisa dibilang, Aston Martin adalah tim yang paling membutuhkan jeda ini. Di Jepang, AMR26 menjadi mobil paling lambat dalam satu putaran.

Getaran pada baterai diduga menjadi penyebab utama masalah kinerja mesin Honda. Jika hal tersebut teratasi, langkah berikutnya adalah mengurangi getaran yang dirasakan Fernando Alonso dan Lance Stroll, yang menurut Alonso levelnya terus berubah sepanjang akhir pekan di Suzuka.

Dengan sejumlah masalah teknis yang muncul, Aston Martin bersama Honda perlu memanfaatkan jeda April untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mencari jalan keluar dari posisi mereka saat ini di papan bawah.

Honda juga berpotensi memanfaatkan konsep ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) untuk meningkatkan daya unit.

Titik evaluasi awal kemungkinan akan terlihat setelah Grand Prix Miami. Meski begitu, bukan berarti performa AMR26 tidak bisa maksimal selama bulan April, baik dari sisi tim maupun pemasok mesin.

Jeda ini memberi kesempatan bagi Aston Martin dan Honda untuk menganalisis data dari GP Jepang secara menyeluruh, sebelum kembali ke Miami dengan pendekatan dan ide yang lebih segar.

Cadillac

Bagi Cadillac, jeda April merupakan momen penting untuk evaluasi dan pembelajaran. Kesempatan seperti ini jarang didapat oleh tim baru, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Meski performanya belum maksimal, Cadillac berhasil membawa kedua mobilnya finis di Tiongkok dan Jepang. Hal ini menjadi fondasi penting untuk pengembangan ke depan.

Suasana tim juga cukup positif jelang jeda. Mereka kini memiliki waktu untuk memahami  pencapaian mereka sejauh ini, dan merancang solusi tanpa tekanan waktu dari jadwal balapan.

Valtteri Bottas mengkonfirmasi bahwa pembaruan pada mobil MAC-26 akan dibawa ke Miami, yang menjadi balapan kandang pertama bagi Cadillac.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: