Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan
Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air dini hari di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma usai kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan, disambut jajaran pejabat tinggi negara.-Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI-
HARIAN DISWAY - Dari lawatan singkat ke dua negara Asia Timur, Presiden Prabowo Subianto membawa pulang komitmen investasi jumbo. Nilainya tak tanggung-tanggung, tembus Rp575 triliun.
Prabowo tiba di Tanah Air pada Kamis, 2 Februari 2026 dini hari melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Kedatangannya disambut sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga Panglima TNI Agus Subiyanto.
Kunjungan ini mencakup dua negara, yakni Jepang dan Korea Selatan. Di dua negara tersebut, agenda utamanya berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi dan investasi jangka panjang.
Selama berada di Jepang, Prabowo menjalani pertemuan penting dengan pimpinan negara setempat. Selain itu, ia juga menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pemerintah Indonesia dengan pelaku industri Jepang.
BACA JUGA:Carmen Hearts2Hearts Jumpa Presiden Prabowo dan Lee Jae Myung, Kompak Bikin Finger Hearts
BACA JUGA:Prabowo–Presiden Korsel Sepakat Naik Kelas! Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan hingga AI Digenjot
Dari forum tersebut, tercatat komitmen bisnis mencapai sekitar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun. Angka ini berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga ekonomi digital.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Korea Selatan. Di sana, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae.
Pertemuan bilateral itu menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama. Salah satunya ditandai dengan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor prioritas. Nilai komitmen bisnis dari Korea Selatan mencapai USD 10,2 miliar atau sekitar Rp174 triliun.
"Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan remsinya pada Kamis, 2 Februari 2026.
BACA JUGA:Prabowo Yakinkan Para Investor Jepang: Reformasi dan Penegakan Hukum Terus Dijalankan
BACA JUGA:Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Perluas Investasi di Indonesia: Kami Selalu Terbuka
Pemerintah menegaskan, angka tersebut bukan sekadar komitmen di atas kertas. Seluruh kesepakatan akan dikawal agar segera direalisasikan dan memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional.
Investasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: