Umat Berefleksi lewat Visualisasi Jalan Salib di Gereja Santo Vincentius A Paulo Surabaya
Pemeran Yesus memanggul salib dalam Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo Surabaya, Jumat, 3 April 2026-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dalam rangkaian Tri Hari Suci menjelang Paskah 2026, Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo (SVAP) di Widodaren, Surabaya, menggelar Visualisasi Jalan Salib (VJS) pada Jumat pagi, 3 April 2026.
Ribuan umat mengikuti rangkaian VJS dengan khidmat. Ibadat Jalan Salib itu bertujuan mengenang kisah sengsara Yesus Kristus. Mulai dari diadili, disalibkan, hingga dimakamkan.
Tepat pukul 08.05 WIB, prosesi dimulai dengan dengan fragmen pengadilan Yesus oleh Pilatus di area kanopi gereja. Perhentian pertama hingga ketiga berada di area yang sama. Yakni, kisah saat Yesus dijatuhi hukuman mati, memanggul salib, dan jatuh untuk pertama kalinya.
Selanjutnya, prosesi berlangsung di halaman gereja. Di situlah, adegan perhentian ke empat sampai ke delapan terjadi. Yakni, perjumpaan Yesus dengan ibu-Nya, pertolongan Simon dari Kirene, wajah Yesus diusap Veronica, Yesus jatuh kedua kalinya, dan Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya.
BACA JUGA: Bakti Sosial Paskah, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Menebar Kasih dalam Keberagaman
BACA JUGA: Poin-Poin Pesan Paskah Urbi et Orbi Paus Fransiskus, Serukan Persaudaraan dan Perdamaian Dunia

PENYALIBAN YESUS dalam salah satu fragmen Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo Surabaya pada Jumat pagi, 3 April 2026. -Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Perhentian ke sembilan berada di pintu depan gereja. Adegannya adalah Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. Setelah itu, iring-iringan masuk ke dalam gedung untuk melanjutkan Jalan Salib hingga perhentian ke empat belas.
Perhentian ke sepuluh sampai ke empat belas mengenang adegan ketika pakaian Yesus ditanggalkan, disalibkan, wafat, diturunkan, dan dimakamkan.
Romo Ignatius Priyambodo CM membacakan narasi VJS yang berlangsung selama 60 menit tersebut. Umat mengikuti seluruh rangkaiannya dengan tertib.
Kendati sudah menjadi ritual tahunan, 14 adegan itu tetap membuat umat terbawa emosi. Sebagian besar dari mereka terharu dan sedih. Bahkan, tidak sedikit yang menitikkan air mata.
BACA JUGA: Melangkah di Jalan Salib: Sejarah, Simbol, dan Makna Paskah
BACA JUGA: Teatrikal Jalan Salib Gereja Santo Vincentius a Paulo Surabaya Padukan Budaya Jawa dan Lintas Agama
Sutradara VJS, Regina Bella Halim, mengatakan visualisasi tahun ini tidak hanya ingin menghadirkan kesedihan, tapi yang lebih penting adalah ajakan berefleksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: