Update BNPB Gempa M7,6: 1 Korban Jiwa, 233 Gempa Susulan, dan Ratusan Bangunan Rusak
Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (2/4).--BPBD Kabupaten Minahasa
HARIAN DISWAY - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data dampak gempa bumi M 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April.
Hingga hari Jumat, 3 April pukul 07.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa.
Selain korban jiwa, gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 33 km tersebut juga memicu 233 kali gempa susulan dengang kekuatan terbesar mencapai M 5,8.
Dampak kerusakan material dilaporkan terjadi di sejumlah titik pada dua provinsi tersebut. Di Provinsi Sulawesi Utara, guncangan menyebabkan kerusakan pada satu unit hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum di Kota Manado, serta 17 rumah dan beberapa fasilitas ibadah di Kabupaten Minahasa.
BACA JUGA: Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Malut dan Sulut
BACA JUGA: Gempa Terkini 2 April 2026: Bitung Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 7,3
Sementara itu, kerusakan lebih masif terjadi di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate, sebanyak 134 rumah mengalami kerusakan dengan kategori berat hingga ringan.

Kondisi kerusakan rumah warga pasca-gempa M 7,6. Saat ini 355 warga Tidore mengungsi, sementara BPBD terus melakukan penanganan darurat.--BPBD Kabupaten Minahasa
Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas pendidikan, tempat ibadah, jembatan, dan akses jalan juga dilaporkan terdampak akibat getaran kuat gempa tersebut.
Kondisi pengungsian saat ini terpusat di Kota Tidore Kepulauan dengan jumlah pengungsi mencapai 355 jiwa.
Di wilayah lain seperti Halmahera Tengah, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan, tercatat puluhan keluarga juga turut terdampak.
BACA JUGA: Detik-detik Mencekam Gempa M 7,6 di Sulut, Air Laut Surut Lalu Naik Cepat ke Jalan
BACA JUGA: Info Gempa Terkini: Guncangan M 5,1 Terjadi di Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan kaji cepat guna memastikan kebutuhan logistik serta keselamatan warga yang mengungsi terpenuhi.
Menanggapi situasi ini, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan.
Selain itu, BNPB juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan, seperti bantaran sungai agar aktif memantau perkembangan cuaca dan tinggi muka air. (*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: