Gempa M7,6 Guncang Sulawesi dan Maluku Utara, Kepala BNPB Imbau Segera Tetapkan Status Darurat

Gempa M7,6 Guncang Sulawesi dan Maluku Utara, Kepala BNPB Imbau Segera Tetapkan Status Darurat

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan kepala daerah agar segera menetapkan status darurat bencana untuk mengakses bantuan dari pusat -BNPB-

HARIAN DISWAY – Gempabumi dengan kekuatan magnitudo M7,6 yang mengguncang Laut Maluku pada Kamis pagi, 2 April 2026 menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum di Sulawesi dan Maluku Utara.

Berdasarkan laporan dari BMKG, gempa tektonik ini berpusat di laut 132 km barat laut Ternate dengan kedalaman 33 km dengan aktivitas gempa susulan berlangsung hingga Kamis siang hari.

Guncangan terkuat dirasakan pada skala V–VI Modified Mercalli Intensity (MMI) di Ternate dan IV–V MMI di Kota Manado, yang mengakibatkan dampak fisik signifikan pada bangunan publik dan permukiman.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan dari sejumlah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah tentang situasi di lapangan.

BACA JUGA:Update Gempa M 7,6: Satu Korban Jiwa di Manado dan Tsunami Terdeteksi di 5 Wilayah

BACA JUGA:Daftar Daerah Berpotensi Tsunami di Sulut–Malut Imbas Gempa M7,6 Guncang Bitung

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, melaporkan satu warga meninggal dunia serta kerusakan fatal pada Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado.

Komandan Resor Militer (Danrem) 131/Santiago menambahkan adanya kerusakan di salah satu rumah sakit di Manado, meliputi pecahnya kaca ruang ICU dan runtuhnya tembok.


Kondisi reruntuhan bangunan pasca-gempa M 7,6 di Manado, Kamis, 2 April 2026. Satu warga dilaporkan tewas, sementara BNPB meminta masyarakat mewaspadai tsunami dan menjauhi fasilitas umum.--

"Sebanyak 40 pasien telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman akibat trauma," papar Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari berdasarkan laporan tersebut dikutip Jumat, 3 April 2026

Selain itu, kondisi di wilayah Maluku Utara juga menunjukkan dampak kerusakan yang signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara merinci kerusakan di Kecamatan Batang Dua (Kota Ternate) meliputi 5 rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta 4 bangunan gereja dengan tingkat kerusakan bervariasi.

BACA JUGA:Gempa M7,6 di Laut Maluku, Lempeng Maluku Berpotensi Tinggi Picu Gelombang Tsunami

BACA JUGA:Gempa M 7,6 di Laut Maluku: Rumah Rusak, Tsunami Kecil Terdeteksi di Bitung dan Halmahera

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: