Pesona Pesisir Sausu Tambu: Dari Harmoni Budaya Menuju Prestasi Desa Wisata Nasional

Pesona Pesisir Sausu Tambu: Dari Harmoni Budaya Menuju Prestasi Desa Wisata Nasional

Desa Sausu Tambu di pesisir Teluk Tomimi menggabungkan sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata untuk menggerakkan ekonomi desa-BRI -

HARIAN DISWAY – Desa Sausu Tambu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan pesisir dan keragaman budaya dapat bersinergi menjadi motor penggerak ekonomi.

Dengan luas wilayah mencapai 1.380 hektare, desa ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga potret harmoni antara budaya Kaili dan Hindu yang hidup berdampingan secara damai.

Transformasi desa ini membuahkan hasil membanggakan di tingkat nasional. Desa Sausu Tambu sukses mencatatkan diri sebagai peringkat ke-9 dari 15 destinasi desa wisata terbaik di Indonesia. Capaian ini menjadi validasi bahwa pengelolaan potensi lokal yang terintegrasi mampu mengangkat derajat ekonomi masyarakat perdesaan.

Inovasi BUMDes dan Wisata Karosondaya

Inti dari pergerakan ekonomi di Sausu Tambu terletak pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karosondaya. Melalui unit usaha ini, desa mengembangkan berbagai fasilitas pendukung pariwisata, mulai dari jembatan trekking, dermaga wisata, hingga rencana pengembangan kawasan Tanjung.

BACA JUGA:BRI Dorong Ekonomi Desa, Pajambon Jadi Contoh Sukses Pengembangan Potensi Lokal

BACA JUGA:Desa Tompobulu, Berkembang Berkat Saraba Daun Kelor dan Dukungan Program Desa BRILiaN


Warga Desa Sausu Tambu menanam kakao sebagai salah satu penopang ekonomi keluarga -BRI -

Keberhasilan sektor pariwisata ini dikelola secara kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), hingga Kelompok Tani Hutan (KTH).

Sinergi ini memastikan bahwa manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir orang, tetapi juga dirasakan oleh para nelayan lokal yang kini mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas wisata.

Di luar sektor pariwisata, sektor perkebunan tetap menjadi tulang punggung. Komoditas kakao menjadi andalan warga dengan keterlibatan hampir seluruh lapisan masyarakat dalam budidayanya. Begitu pula dengan kelapa, yang kini pengolahannya semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar di luar daerah.

Digitalisasi Layanan Keuangan bersama BRI


Pembinaan perangkat desa oleh Program Desa BRILiaN untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Sausu Tambu -BRI -

BACA JUGA:Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Gotong Royong dan Program Desa BRILiaN

BACA JUGA:Geliat Ekonomi di Desa Empang Baru, Produksi Jahe dan Kerambah didukung Program Desa BRILiaN

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Sausu Tambu didukung oleh ekosistem keuangan yang inklusif. Melalui program Desa BRILiaN, BRI hadir memberikan pendampingan berkelanjutan bagi perangkat desa dan pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: