Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja

Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja

ILUSTRASI Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Dalam sidang di Pengadilan Mahkota Leeds, terbukti bahwa terdakwa Skelton sakit jiwa berat. Di pengadilan ia mengaku bersalah. Hakim menyatakan, terdakwa tidak bisa mempertanggungjawabkan pembunuhan itu karena gangguan mental berat.

Hakim memutuskan, terdakwa harus dirawat di rumah sakit jiwa tanpa batas waktu tertentu. 

Kasus di Inggris itu tidak bisa dibandingkan dengan kasus Iqbal. Kondisi pelaku berbeda. Iqbal normal, tidak gila, membunuh neneknya dengan motif yang sangat jelas. Kesamaan kasus Inggris dengan kasus Iqbal, pelaku sama-sama disayangi korban.

Ada film Inggris berjudul Adolescence. Serial empat episode, tayang di Netflix sejak 13 Maret 2025 sampai sekarang. Bentuknya seperti kisah nyata, film dokumenter kriminal. Namun, ternyata bukan. Itu fiksi yang diadopsi dari kejadian nyata di Inggris. 

Sepuluh menit awal film itu punya daya seret tonton yang sangat kuat. Dan, daya tariknya tidak turun sampai empat episode film berakhir.

Inti cerita, Jamie Miller (diperankan Owen Cooper), 13, ditangkap polisi. Ia tersangka utama pembunuhan teman sekelasnya, Katie Leonard, 13. Miller ditangkap di rumahnya dan dibawa ke kantor polisi. Karena masih remaja awal, ia didampingi ayahnya, Eddie Miller (Stephen Graham).

Adegan interogasi di kantor polisi sangat menarik. Miller dengan gaya polosnya terus menyangkal tuduhan. Ia menyatakan punya alibi. Bahwa pada saat kejadian yang dijelaskan polisi, ia tidak berada di TKP.

Dua interogator polisi, pria dan wanita, tidak melakukan tekanan psikologis terhadap tersangka. Mereka bicara lembut. Tutur kata halus. Namun, mereka terus menggiring. Secara kompak.

Sang ayah terbawa emosional. Ia dan istri yang begitu menyayangi Miller tidak terima anaknya dituduh membunuh. Eddie Miller marah, tapi berusaha menahan emosi.

Sampai, polisi menunjukkan rekaman CCTV pembunuhan itu. Tampak, Miller menikam korban berkali-kali. Setelah itu, sepi. Ruang interogasi sunyi.

Eddie pucat pasi. Ia memandangi anaknya begitu dalam. Polisi interogator pergi, keluar ruangan, meninggalkan ayah-anak itu. 

Saat itulah Jamie menangis, berkata jujur kepada ayahnya. Ia membunuh Katie. Ia minta tolong ayahnya agar tidak dipenjara. Mereka tidak sadar bahwa ulah dan percakapan mereka terekam, juga dipantau para polisi dari balik kaca satu arah itu.

Film itu bukan true story. Tapi, mengadopsi banyak kisah nyata seperti itu di Inggris. Ortu memanjakan anak berlebihan sehingga tidak disadari membuat anak terlalu manja. Akibatnya bisa beragam. Antara lain, seperti di Adolescence.

Kasus Iqbal tidak sama dan sebanding dengan Adolescence. Apalagi, latar belakang keluarga Iqbal tidak diungkap polisi. Kesamaannya cuma pada: anak yang terlalu dimanja ortu (di kasus Iqbal, nenek). Pasti, itu warning bagi masyarakat sekarang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pembunuhan