Sidoarjo Siapkan Penerapan QRIS

Sidoarjo Siapkan Penerapan QRIS

Bupati Sidoarjo Subandi, sosialisasikan ETPD 2026 terkait penerapan QRIS Tap di hadapan peserta HLM, di Pendopo Delta Wibawa, Senin, 6 April 2026-Humas Pemkab Sidoarjo-

Subandi optimis, percepatan transaksi digital akan mencegah kebocoran PAD. Ia bahkan memberi instruksi konkret: "Saat ini retribusi pasar kecil. Coba ETPD kita implementasi pada pasar-pasar yang ada, bikinkan aplikasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi non-tunai cukup dengan HP," tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Fenny Apridawati, selaku Ketua Harian TP2DD Sidoarjo menambahkan, bahwa komitmen ETPD akan dikuatkan melalui penerapan QRIS Tap. 

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong agar segera mengadopsi sistem itu untuk optimalisasi PAD dan efisiensi belanja daerah. 

Menurutnya, transaksi non-tunai terbukti linier dengan indikator pembangunan lain. "Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita tertinggi se-Jawa Timur untuk kategori kabupaten, dengan angka 83,35," ungkapnya.

Fenny juga menyoroti capaian positif lainnya. Misalnya, pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo tercatat tertinggi se-Jawa Timur dan peringkat keempat nasional. 

Peningkatan pendapatan daerah, kata Fenny, tak terlepas dari ekosistem digital yang matang. Pemkab Sidoarjo juga menggandeng infrastruktur perbankan untuk memperluas jangkauan digitalisasi. 

"Kita memiliki pondasi infrastruktur digital yang matang, siap mendukung implementasi berbagai jenis transaksi digital," katanya.

Dengan QRIS Tap sebagai terobosan utama, Pemkab Sidoarjo optimistis mempertahankan posisi sebagai pionir digitalisasi daerah di Jawa Timur. Sinergi pemerintah, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: