Tips Menentukan Sepatu Lari Berdasarkan Tipe Arch Kaki
Reporter:
Elizabeth Natasya*|
Editor:
Indria Pramuhapsari|
Jumat 10-04-2026,22:04 WIB
How to choose running shoes based on foot arch type-RUN 4 FFWPU-pexels.com
HARIAN DISWAY - Anda suka lari? Atau sedang memulai hobi menyehatkan ini? Jika jawabannya iya, jangan sampai salah pilih sepatu. Tidak semua sepatu lari itu sama.
Hal terpenting yang harus diperhatikan saat mencari sepatu lari adalah bentuk lengkungan kaki Anda. Ya, arch kaki ini penentu utama kenyamanan.
Dalam dunia pelari, kenyamanan berbanding lurus dengan performa. Sepatu sangat menentukan ketahanan fisik saat berlari.
Jika sampai salah pilih, bisa-bisa yang Anda dapatkan malah masalah, bukan kesehatan dan kebugaran seperti yang diinginkan.

KENALI anatomi kaki untuk mendapatkan sepatu lari terbaik yang mendukung performa. -RUN 4 FFWPU-pexels.com
Memahami tipe arch kaki adalah kunci untuk menemukan sepatu yang pas. Arch yang rendah tentu berbeda dengan yang normal atau tinggi.
Arch kaki bukan sekadar pengetahuan umum. Itu adalah panduan untuk menemukan sepatu yang mampu menopang gerakan Anda dengan sempurna.
Tanpa itu, olahraga yang seharusnya menyenangkan malah berubah menjadi menyakitkan. Jika sudah begitu, setiap langkah yang diambil bagaikan beban.
Lalu, bagaimana cara kita menerjemahkan bentuk kaki untuk menjadi landasan penentu pilihan sepatu yang tepat? Simak ulasannya berikut ini.

SEPATU yang nyaman mendukung performa lari menjadi maksimal. -Willians Huerta-pexels.com
1. Kaki Rata (Low Arch/Flat Feet)
Untuk mengetahui apakah kaki Anda termasuk yang rata atau tidak, cobalah basahi telapak kaki Anda, lalu injak lantai atau kertas.
Jika jejak kaki anda terlihat hampir seluruhnya, tanpa ada lekukan signifikan pada bagian tengah, berarti Anda masuk kategori ini.
Kaki rata ini cenderung mengalami overpronation. Artinya, saat berlari, kaki Anda berputar terlalu banyak ke dalam. Ini bisa jadi biang kerok nyeri lutut, tumit, bahkan punggung.
Solusinya? Cari sepatu dengan fitur Motion Control atau Stability. Teknologi itu dirancang khusus untuk mengontrol gerakan berlebihan itu.
Sepatu-sepatu jenis itu punya dukungan lengkungan yang kuat pada bagian tengah, dan seringkali solnya lebih lurus.
2. Kaki Normal (Normal Arch)
Jejak kaki Anda akan menunjukkan lekukan yang jelas di bagian tengah, sekitar setengah dari lebar telapak kaki. Ini adalah tipe kaki yang paling efisien.
Kaki Anda punya kemampuan alami untuk meredam benturan dengan baik. Apalagi, desain rancangannya lebih fleksibel. Anda beruntung.
Kuncinya, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit dukungan. Cukup berikan yang pas saja.
3. Kaki Melengkung Tinggi (High Arch)
Jika jejak kaki Anda hanya menunjukkan bagian tumit dan depan, dengan garis tipis atau bahkan tanpa garis di bagian tengah, berarti Anda memiliki high arch.
Jenis kaki yang seperti itu cenderung mengalami supination atau underpronation.
Kebalikan dari kaki rata, kaki Anda tidak cukup berputar ke dalam saat mendarat. Akibatnya, benturan saat berlari lebih banyak ditanggung oleh bagian luar kaki. Ini bisa menyebabkan tekanan berlebih pada tumit dan bola kaki.
Dalam hal ini, Anda butuh bantalan ekstra yang empuk. Dengan demikian, sepatu tersebut akan meredam guncangan yang tidak bisa dilakukan oleh lengkungan kaki Anda. (*)
*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber:
runnersworld.com