Dampak Gempa Flores Timur Meluas: 215 Rumah Rusak dan 1.100 Warga Mengungsi
Petugas mengangkut bantuan ke Pulau Adonara dengan kapal pasca kerusakan akibat gempa M4,7 -BPBD Kabupaten Flores Timur -
HARIAN DISWAY – Dampak gempabumi dengan magnitudo 4,7 yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu 8 April 2026 pukul 23.12 WIB, dilaporkan terus meluas.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur hingga Kamis 9 April 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak lima desa di dua kecamatan dilaporkan terdampak signifikan.
Pusat gempa diketahui berada di darat, 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman dangkal 5 kilometer. Saat kejadian, warga merasakan guncangan kuat selama 2 hingga 4 detik yang memicu kepanikan dan kerusakan bangunan.
Desa-desa yang terdampak meliputi Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawataa, dan Karing Lamalouk di Kecamatan Adonara Timur (Pulau Adonara), serta Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur. Tercatat sebanyak 215 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
BACA JUGA:Daftar 921 Gempa Susulan di Sulut-Malut, BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai
BACA JUGA:Update BNPB Gempa M7,6: 1 Korban Jiwa, 233 Gempa Susulan, dan Ratusan Bangunan Rusak
Rincian rumah terdampak terdiri dari 134 unit rumah dan dua fasilitas umum di Desa Terong, serta 70 unit rumah dan empat fasilitas umum di Desa Lamahala Jaya. Selain itu, kerusakan juga terjadi di Desa Dawataa (6 unit), Desa Motonwutun (4 unit rumah dan 2 fasilitas umum), serta Desa Karing Lamalouk (1 unit).

Rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Adonara Timur akibat Gempa M4,7 pada hari Rabu kemarin-BPBD Kabupaten Flores Timur-
Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 1.100 jiwa memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau mendirikan tenda di lokasi yang lebih aman. Para pengungsi tersebut berasal dari Desa Terong sebanyak 670 jiwa dan Desa Lamahala Jaya sebanyak 430 jiwa. Sementara itu, laporan medis mencatat lima warga mengalami luka berat dan 10 warga lainnya luka ringan.
BACA JUGA:Pascagempa M7,6, Pemerintah Sebut Jaringan Seluler Kembali 100 Persen di Sulut
BACA JUGA:Gempa M7,6 di Laut Maluku, Lempeng Maluku Berpotensi Tinggi Picu Gelombang Tsunami
BPBD Kabupaten Flores Timur telah bergerak melakukan penanganan darurat sejak Kamis siang dengan mengerahkan bantuan logistik dan peralatan dari Kota Larantuka menuju Pulau Adonara. Personel di lapangan terus melakukan monitoring, pendataan, serta pendirian tenda pengungsian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terus berkoordinasi dengan otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta segera berlindung di lapangan terbuka jika terjadi gempa susulan dan selalu mengikuti arahan resmi dari petugas di lapangan guna menjamin keselamatan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: