Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital
Aktivitas pekerja di salah satu UMKM topi di Punggul, Sidoarjo. Hingga saat ini sebagian besar masih menggunakan metode pemasaran konvensional. Belum menyentuh ranah digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

UMKM topi milik Ali Murtadho (berbaju merah) yang telah eksis sejak dekade '70an. Selain krisis penjahit, saat ini mereka membutuhkan ekspansi ke pasar digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (3): Kampung Batik Jetis, Canting Punya Nilai Seni
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (2): Kampung Batik Jetis, Musala Tiap Gang dan Jejak Dakwah Islam
"Kami akan melibatkan para ahli. Termasuk bekerja sama dengan berbagai universitas. Dua kendala di Punggul tersebut kami harap dapat segera terselesaikan. UMKM di Sidoarjo harus semakin berdaya," ujarnya.
Jika permasalahan tersebut bisa diatasi, terutama dengan dukungan berbagai pihak, eksistensi Kampung Topi Punggul dapat tetap terjaga. Kawasan itu merupakan salah satu kampung ikonik Sidoarjo.
Berbeda dengan kampung khas lain yang telah meredup. Kampung Topi Punggul masih menyala. Masih berdaya. Hanya nyala apinya perlu lebih dibesarkan lagi. (*)
*Wedoro tak lagi jadi sentra sepatu, baca seri selanjutnya...
*) Peserta magangHub Kemnaker RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway