Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Aktivitas pekerja di salah satu UMKM topi di Punggul, Sidoarjo. Hingga saat ini sebagian besar masih menggunakan metode pemasaran konvensional. Belum menyentuh ranah digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

Satu harapan yang sama dari ketiganya. Yakni peran pemerintah untuk memajukan UMKM topi di Punggul. Terutama membantu dalam hal pemberdayaan tenaga kerja dan pengembangan bisnis digital. 

"Biasanya memang ada sosialisasi program dari pemerintah untuk memajukan usaha. Termasuk pelatihan-pelatihan. Kami harap itu bisa berkelanjutan. Karena selain masalah digital, kami juga kekurangan tenaga penjahit," ujar Irfan.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (7): Kampung Tas Tanggulangin, Eksis Meski Terhimpit

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (6): Kampung Tas Tanggulangin, INTAKO jadi Satu-satunya Tumpuan


Ribuan topi diproduksi tiap bulan di Kampung Topi Punggul, Sidoarjo. Kini, para pengelola UMKM berharap bisa menjangkau pemasaran digital.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

Terkait permasalahan tersebut, Harian Disway menemui Kepala Desa Punggul Fatkhur Rohman. Ia berada di kantornya yang berada di sebelah SDN Punggul 2. Hanya berjarak beberapa meter dari Kampung Topi Punggul. 

Fatkhur menyebut bahwa digitalisasi adalah salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM Topi Punggul. Pemerintah desa pun berencana membuat paguyuban khusus yang menaungi para perajin topi. Kemudian dilakukan pelatihan-pelatihan. Termasuk workshop pemasaran digital.

“Pemasaran online perlu dilakukan. Kami bisa mendatangkan narasumber khusus yang paham tentang pengembangan bisnis online. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa menjangkau peluang yang lebih luas," ungkapnya. 

Selain itu, pemerintah desa juga berupaya melibatkan anak-anak muda. Mereka bisa ikut andil dalam proses digitalisasi UMKM.

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (5): Kampung Batik Jetis Tunggu Waktu Menuju Punah

BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (4): Kampung Batik Jetis, Hidup Segan Mati Enggan

“Anak-anak muda lebih paham digital. Mereka bisa kami libatkan untuk bekerja sama dengan para pengusaha," ujar kepala desa yang telah menjabat selama 12 tahun itu. 

Saat ini, hampir 70 persen warga desa Punggul bergelut sebagai pengusaha hingga perajin topi. Itu menjadikan sektor industri konveksi atau garmen memainkan peran penting.

Sektor tersebut menyumbang pertumbuhan ekonomi desa. Sehingga perlu perhatian serius. Guna menjaga keberlangsungan UMKM tersebut di era modern.  

Masalah digital dan krisis penjahit di Punggul juga mendapat perhatian dari Bupati Sidoarjo Subandi. Ditemui di kawasan Waru, 9 April 2026, bupati menjanjikan program-program pelatihan untuk berbagai UMKM di Sidoarjo. Termasuk Punggul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway