Antrean Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun, Dahnil: Sistem Keuangan Ikut Dibenahi
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap skema baru berupa wacana “war tiket haji” yang digadang-gadang mampu mempercepat keberangkatan jemaah di tengah membeludaknya daftar tunggu.--Moh Purwadi/Disway
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menutup secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1447 Hijriah/2026 Masehi, seiring dengan menekankan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan besar dalam sistem antrean serta pengelolaan keuangan haji.
Dahnil mengatakan bahwa sebelumnya masa tunggu haji atau antrean haji di sejumlah daerah bisa mencapai selama 40 tahun bahkan lebih.
Kini, pemerintah telah berhasil menyetarakannya di seluruh Indonesia menjadi maksimal hanya selama 26 tahun.
"Kita menyadari kebijakan penyetaraan ini awalnya memicu berbagai respons. Namun, ini langkah untuk memberikan rasa keadilan. Tidak boleh lagi ada warga yang menunggu 40 tahun hanya karena domisili berbeda," jelas Dahnil di Tangerang pada Jumat, 10 April 2026.
BACA JUGA:Kemenhaj Kaji Sistem 'War Tiket Haji', Antrean Puluhan Tahun Bisa Diubah
BACA JUGA:Tips Menjaga Kebugaran Jemaah Haji Lansia Jelang Keberangkatan
Penyetaraan ini dilakukan lewat pembagian ulang kuota yang lebih adil serta pengelolaan data yang semakin terintegrasi.
Hingga kini, total calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu tercatat mencapai sekitar 5,7 juta orang.
Menanggapi rencana "War Tiket Haji" yang sempat digulirkan oleh Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf, Dahnil menyebutkan bahwa skema tersebut masih dikaji secara mendalam.
Konsep tersebut dapat membuka peluang pendaftaran langsung tanpa harus melalui antrean yang panjang selama kuota masih tersedia.
"Ini upaya mewujudkan istitha'ah yang sesungguhnya. Tapi kita harus pastikan perlindungan bagi yang sudah lama mengantre," ucap Dahnil.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tidak Naik, Kenaikan Ditanggung Negara
BACA JUGA:Harga Avtur Dunia Melonjak, Presiden Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta
Dahnil juga turut menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola keuangan haji agar lebih transparan, kuat, dan mampu menopang keberlanjutan pembiayaan di masa yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: