Prabowo Tambah 13 Proyek Baru Senilai Rp239 Triliun
Bank Dunia menilai rencana percepatan Hilirisasi Tambang Indonesia dengan melarang ekspor bahan mentah untuk mendorong industrialisasi disambut baik-Istimewa-
JAKARTA, HARIAN DISWAY — Pemerintah mempercepat strategi hilirisasi sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menambah 13 proyek hilirisasi baru dengan total investasi mencapai Rp239 triliun.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat terbatas di Hambalang pada 25 Maret 2026 bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
BACA JUGA:Pemerintah Kejar Target Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL pada April 2026
BACA JUGA:Prabowo Buka Investasi Mineral Kritis untuk AS, Syaratnya Wajib Hilirisasi!
Bahlil menyebut Presiden meminta laporan langsung terkait perkembangan program hilirisasi yang tengah berjalan di Indonesia.
"Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp 239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi," kata Bahlil usai rapat di Hambalang beberapa waktu lalu.
Tambahan proyek tersebut berada di luar program hilirisasi tahap awal yang sebelumnya telah berjalan. Pada tahap pertama, pemerintah mencatat ada 20 proyek hilirisasi yang sebagian sudah memasuki tahap pembangunan awal.
"Tahap pertama yang 20 item, sebagian sudah di groundbreaking, dan sebagian lagi bulan depan sudah akan dilakukan groundbreaking," ujarnya.
BACA JUGA:Anggota Komisi IX DPR RI Apresiasi Hilirisasi Sagu oleh Jenny Widjaja di Sukabumi
BACA JUGA:SGN Dukung Penguatan Hilirisasi Energi dan Pangan Nasional
Selain fokus pada hilirisasi, pemerintah juga mendorong penguatan sektor energi sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional. Pengembangan energi alternatif menjadi salah satu agenda utama dalam rapat tersebut.
Menurut Bahlil, presiden menginstruksikan optimalisasi seluruh potensi energi domestik, mulai dari bahan bakar nabati hingga percepatan energi baru terbarukan.
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: