Pasmar 2 Dalami Asal Peluru Nyasar di Gresik, Gandeng Pindad dan Ahli
Oni Junianto, Komandan Pasmar 2, mengatakan akan menggandeng ahli untuk menyelidiki rekoset peluru saat latihan tembak, Minggu, 12 April 2026.-Agustinus Fransisco-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pasukan Marinir 2 SURABAYA memastikan penanganan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua siswa SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Proses investigasi kini difokuskan pada pengujian teknis, analisis balistik, serta pelibatan berbagai pihak ahli agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menegaskan bahwa pemeriksaan masih terus berjalan. Ia menyebut ada banyak pihak yang diperiksa dan proses ini belum berhenti.
"Sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 prajurit yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu," ujarnya di Surabaya, Minggu, 12 April 2026.
BACA JUGA:Kajati Jatim Terima Brevet Kehormatan Kavaleri Marinir
Langkah uji balistik menjadi bagian penting untuk menelusuri asal proyektil yang diduga mengenai korban. Untuk memperkuat hasilnya, Pasmar 2 juga akan menggandeng PT Pindad (Persero) guna memperoleh data teknis yang dibutuhkan dalam analisis tersebut.
Dengan begitu, hasil investigasi diharapkan benar-benar presisi dan tidak berdasarkan asumsi semata.
Selain itu, sejumlah ahli independen turut dilibatkan. Mereka akan mengkaji berbagai aspek, mulai dari jangkauan peluru, arah lintasan, hingga standar keselamatan dalam latihan menembak.
Mayjen TNI (Mar) Oni juga menjelaskan kalau kapasitas peluru yang dipakai latihan jarak akurat ke target 400 meter. Lalu, jarak tempuh sesuai standard Pindad jarak tempuhnya paling jauh 1,6 kilometer.
Sedangkan korban lokasinya dari tempat latihan itu 2,3 kilometer. Hal itu jelas sangat jauh dari standard dari laju peluru. "Ada kelebihan jarak sekitar 700 meter. Itu sangat impossible, tapi masih kaji ulang,"sambungnya.

Danyon POM 2 Reza Ali Aksa berhubungan langsung dengan korban peluru nyasar latihan tembak marinir.-Agustinus Fransisco-Harian Disway
Pendekatan tersebut diambil agar proses investigasi berjalan transparan dan berimbang.
Di sisi lain, perhatian terhadap korban tetap menjadi prioritas. Sejak awal kejadian, pihak Pasmar 2 telah memberikan dukungan penuh, mulai dari penanganan medis, kontrol lanjutan, hingga pemberian santunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: