RSUP Surabaya Jalin Kerja Sama dengan POTADS, Soroti Down Syndrome dan Pola Penangannya
Anak-anak dengan Down Syndrome menampilkan kesenian angklung. - Ilmi Bening - Harian Disway
Melalui layanan tersebut, tim pakar dari berbagai bidang seperti Dokter Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler (BVE), Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri), serta Ahli Gizi RSUP Surabaya terjun langsung. Mereka menyediakan konsultasi medis bagi para orang tua dan wali yang hadir.
Suasana makin semarak saat anak-anak penyandang down syndrome menyuguhkan pertunjukan angklung.
Momen tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri. Juga membangun rasa percaya diri. Sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas talenta yang dimiliki.
BACA JUGA:Diajak Ikut Workshop Menyeduh Kopi, 20 Anak-anak Down Syndrome Asyik Belajar Mengenal Dunia Baru
BACA JUGA:Mengenal Hearitage, Inovasi Platform Wisata Inklusif Ramah Disabilitas Karya Mahasiswa Unair
“Ke depan, saya berharap di Jawa Timur semakin banyak anak-anak disabilitas yang terlibat. Nanti kami akan coba berkoordinasi dengan pihak di Jakarta," ujar dr. Martha..

Ilustrasi Down Syndrome-WHO sebut ada 8 juta anak di dunia dengan Down Syndrome-Kemendikbudristek
"Sehingga anak-anak dengan down syndrome di sini juga bisa mendapatkan pelatihan barista. Pun, beragam pelatihan lainnya agar mampu menghasilkan banyak karya,” tambahnya.
Bagi RSUP Surabaya, pertemuan tersebut mampu membantu agar bisa membangun kedekatan yang lebih personal.
Dengan mendengar masukan langsung dari para keluarga, rumah sakit berupaya mengoptimalkan layanannya agar benar-benar inklusif, (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: