Angkatan Laut AS Umumkan Akan Blokade Selat Hormuz Hari Ini: Perintah Presiden!
Kapal tanker dan kapal patroli melintas di perairan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dan rencana blokade yang mengguncang pasar energi global.-Mehr News Agency-Telegram
HARIAN DISWAY - Militer Amerika Serikat mengumumkan akan memulai blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran pada Senin, 13 April 2026, setelah perundingan panjang antara kedua pihak di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
“Blokade akan diberlakukan secara netral terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, termasuk di Teluk Arab dan Teluk Oman,” ujar Komando Pusat AS dilansir dari AFP.
Ia juga menambahkan bahwa operasi itu dijadwalkan mulai pukul 14.00 GMT yang bertepatan dengan pukul 17.30 waktu Iran (21.00 WIB)
Presiden Donald Trump sebelumnya sudah memberi sinyal keras. Lewat media sosialnya, Trump menyatakan akan memblokade jalur perdagangan strategis Selat Hormuz, wilayah yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
BACA JUGA:AS Klaim Dua Kapal Perang “Terobos” Selat Hormuz, Iran Langsung Membantah
BACA JUGA:Perundingan Islamabad Gagal Total, Iran Sebut Karena Tuntutan AS berlebihan
Dalam unggahan panjangnya, ia menegaskan tujuannya adalah membersihkan ranjau laut dan membuka kembali jalur pelayaran, tetapi tanpa memberi keuntungan bagi Iran.
“Siapa pun dari Iran yang menembak kami atau kapal damai akan DIHANCURKAN!,” tulis Trump di akun media sosial resmi miliknya.
Pengumuman itu muncul tak lama setelah Wakil Presiden JD Vance meninggalkan meja negosiasi di Islamabad pada Minggu, 12 April 2026. Delegasi AS disebut “frustrasi” karena Iran menolak menghentikan program nuklirnya.
Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. IRGC memperingatkan bahwa mereka menguasai penuh lalu lintas di Selat Hormuz dan siap menjebak siapa pun yang datang ke dalam “pusaran mematikan” mereka.
BACA JUGA:Zonk! 21 Jam Negosiasi Penuh Drama, Tidak Ada Kesepakatan Dicapai Antara AS-Iran
BACA JUGA:Dari Mediator ke Tatap Muka: AS-Iran Mulai Negosiasi Langsung di Islamabad
Respons keras juga datang dari Teheran. Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan tunduk pada ancaman Washington. Kepala angkatan laut Iran, Shahram Irani, bahkan menyebut ancaman blokade dari Trump sebagai sesuatu yang “konyol”.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyalahkan kegagalan negosiasi pada sikap AS dikarenakan “tuntutan yang berlebihan serta perubahan syarat yang terus-menerus” yang menurutnya menggagalkan kesepakatan yang “tinggal selangkah lagi”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: