Berebut Uang Warisan Makan Nyawa di Lubuklinggau: Antara Warisan dan Fee

Berebut Uang Warisan Makan Nyawa di Lubuklinggau: Antara Warisan dan Fee

ILUSTRASI Berebut Uang Warisan Makan Nyawa di Lubuklinggau: Antara Warisan dan Fee.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Nigel Barber berasal dari Irlandia yang mukim di AS. Ia penerima gelar PhD. di bidang biopsikologi dari Hunter College, CUNY, New York City, AS. Ia dosen psikologi di Bemidji State University, Minnesota, AS, dan Birmingham Southern College, Birmingham, Alabama, AS.

Barber menggambarkan cara berpikir manusia soal itu mirip dengan binatang.

Yakni, pembunuhan antarsaudara kandung oleh anak burung elang. Sang induk umumnya bertelur dua butir, tetapi biasanya hanya satu yang dibesarkan. Sebab, pasti terjadi pembunuhan antar anakan. 

Jika kedua telur menetas, anak elang yang lebih tua biasanya membunuh anak elang yang lebih muda dan tentunya lebih lemah. Sementara peristiwa mengerikan itu terjadi, induk mereka selalu gagal campur tangan.

Mengapa si induk gagal campur tangan? Jawabnya, sumber daya hidup buat para anakan terbatas.

Induk elang harus membawa makanan dari jarak jauh ke sarang untuk jatah makan para anakan. Namun, jatah itu hanya cukup mengenyangkan satu anakan. Induk tidak mampu membawa makanan lebih dari itu. Induk sulit membesarkan dua anak elang secara bersamaan.

Elang adalah predator puncak (apex predator) dalam ekosistem. Mereka berada di posisi tertinggi rantai makanan. Mungkin, karena itu, jumlahnya akan terbatasi secara alamiah. Mekanismenya regenerasi seperti itu.

Pembunuhan saudara kandung berebut makanan juga terjadi pada burung bangau sapi. Umumnya bertelur tiga butir dan jumlahnya dapat berkurang menjadi dua karena pembunuhan saudara kandung pada tahun-tahun ketika makanan langka.

Persaingan perebutan atas investasi orang tua juga terjadi pada hyena tutul. Ketika kelangkaan makanan menyebabkan pembunuhan saudara kandung yang menghasilkan peningkatan pertumbuhan bagi yang selamat.

Meski banyak spesies lain terlahir dengan kemampuan menghadapi persaingan antarsaudara kandung secara kekerasan, itu tidak berarti bahwa manusia bereaksi dengan cara yang serupa. 

Namun, mitos-mitos memberikan peringatan cukup jelas tentang hal terburuk yang dapat terjadi dari interaksi antarsaudara kandung berebut sumber daya hidup.

Manusia juga berebut sumber daya hidup (uang). Bedanya dengan hewan, manusia bisa melakukan perencanaan sebelum harta warisan dibagi kepada para ahli waris. 

Kasus pembunuhan di Lubuklinggau tidak murni berebut harta waris. Ada kombinasi jasa makelaran. Juga, soal janji. Itu pun jika pengakuan tersangka kepada polisi kelak terbukti benar di pengadilan. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: