Viral Lagu 'Erika' ITB Tuai Kritik, HMT Minta Maaf dan Akui Kelalaian
video HMT ITB berisi lagu bermuatan pelecehan viral kampus minta maaf.-x-x
BANDUNG, HARIAN DISWAY - Sorotan publik kini tertuju pada kasus pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, beredar potongan video penampilan Orkes Semi Dangdut dari Himpunan Mahasiswa Tambang ITB yang diduga mengandung unsur pelecehan seksual.
Cuplikan itu menampilkan lirik lagu yang mengarah pada tindakan tidak pantas terhadap perempuan. Reaksi keras pun datang dari warganet karena pelaku berasal dari kalangan mahasiswa yang dianggap memiliki tingkat pendidikan tinggi.
Menurut pandangan publik, tindakan pelecehan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun, termasuk jika disampaikan melalui lagu atau media hiburan serupa.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak HMT ITB akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
BACA JUGA:UI Selidiki Kasus Pelecehan Seksual di FH, Pelaku Terancam DO
BACA JUGA:Viral Keona Ezra Pangestu di Kasus FH UI, Bantah Tuduhan Lecehkan 7 Dosen
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khsusnya perempuan," dikutip dari pernyataan resmi yang dimuat di website ITB.
Dalam keterangan itu dijelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut HMT ITB merupakan salah satu unit kegiatan di bawah naungan HMT ITB yang telah ada sejak era 1970-an, sementara lagu berjudul "Erika" sendiri diciptakan pada dekade 1980-an.
Pihaknya mengakui adanya kelalaian karena tetap menampilkan lagu tersebut tanpa mempertimbangkan perubahan norma sosial dan nilai kesusilaan yang berkembang di masyarakat saat ini.
BACA JUGA:Viral, 16 Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Peleceh Seks: Rusak sebelum Mentas
BACA JUGA:Mahasiswa FH UI Minta Maaf ke Korban Pelecehan Seksual di Grup Chat, Rektor UI: Kasus Dipantau
"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahhkan martabat individu atau kelompok permpuan," lanjut pernyataan resmi
Sebagai respons atas peristiwa tersebut, ITB melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna segera menghapus konten video dan audio dari kanal resmi HMT ITB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: detik.com