Harga Minyak RI Melesat Tembus USD102 per Barel Imbas Selat Hormuz Terganggu
Pekerja Pertamina tengah melakukan persiapan bongkar muat 1 juta barel minyak mentah (crude oil) dari MT Spyros, di Samudra Hindia, tepatnya di pantai selatan Cilacap.-Foto: Dokumentasi Pertamina-
Selain itu, kekhawatiran atas kemungkinan ditutupnya Selat Hormuz, meningkatnya serangan terhadap kapal tanker, serta risiko meluasnya konflik infrastruktur energi di kawasan Teluk turut memperbesar tekanan kenaikan harga di pasar global.
Adapun perkembangan rata-rata harga minyak mentah utama pada Maret 2026 dibandingkan Februari 2026 adalah sebagai berikut:
- ICP naik sebesar USD 33,47 per barel dari USD 68,79 per barel menjadi USD 102,26 per barel
- Brent (ICE) naik sebesar USD 30,23 per barel dari USD 69,37 per barel menjadi USD 99,60 per barel
- WTI (Nymex) naik sebesar USD 26,47 per barel dari USD 64,52 per barel menjadi USD 91,00 per barel
- Dated Brent naik sebesar USD 32,73 per barel dari USD 71,15 per barel menjadi USD 103,89 per barel
- Basket OPEC naik sebesar USD 48,13 per barel dari USD 67,90 per barel menjadi USD 116,03 per barel
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok, Bursa Saham Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah
BACA JUGA:Subsidi BBM dan Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak
Dalam kondisi tersebut, Laode menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri di tengah dinamika global. Berbagai langkah mitigasi juga disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. (*)
*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: