Cerita Saksi pada Pembunuhan Perempuan di Tangsel: Kisah Peter Pan

Cerita Saksi pada Pembunuhan Perempuan di Tangsel: Kisah Peter Pan

ILUSTRASI Cerita Saksi pada Pembunuhan Perempuan di Tangsel: Kisah Peter Pan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Nunun menceritakan, Ilmiatini tinggal bersama anak perempuan. Anak itu hasil dari pernikahan terdahulu. Mereka tinggal di rumah kontrakan tersebut sejak setahun lalu. Ilmiatini karyawati perusahaan swasta di Tangsel. Dia punya sebuah mobil.

Nunun: ”Suami pertamanya meninggal, mereka punya anak itu. Terus, dia menikah siri dengan Taufik, tapi katanya sudah cerai juga.”

BACA JUGA:Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket

BACA JUGA:Pembunuhan Brutal di Dusun Seriwang, Lampung: Akibat Dendam Kesumat

Ilmiatini sering curhat kepada Nunun. Soal kehidupan rumah tangga sehingga cerai dengan Taufik.

Nunun: ”Mantan suaminya itu kalau datang cuma untuk minta duit ke Bu Ilmi. Kadang diberi kadang tidak. Kayak benalu gitu lah. Sejak mereka masih bersama, si mantan memang begitu. Tapi, anehnya, si mantan punya selingkuhan saat masih hidup bersama Bu Ilmi dulu. Terus, si mantan menikahi selingkuhan itu.”

Polisi masih menyelidiki motif. Dari cerita versi tetangga itu, tergambar sekilas latar belakang korban dan terduga pelaku: ”Kayak benalu gitu lah.” Model suami tak tanggung jawab. Bisa juga kekanak-kanakan. Usia tua, cara pikir anak-anak.

Dikutip dari VerywellMind, Jumat, 10 April 2026, berjudul How to Deal When Your Partner Is a Man Child, karya Marni Feuerman, diungkapkan model suami seperti itu.

BACA JUGA:Pembunuhan di Kebun Karet Desa Gaung Asam, Sumsel: Cara Urai Kebohongan

BACA JUGA:Pembunuhan di Bandung, Pelaku Bakar Hangus Korban: Sulit Musnahkan Manusia

Marni Feuerman pekerja sosial klinis dan terapis pernikahan di Florida, Amerika Serikat (AS). Dia anggota American Association for Marriage and Family Therapy (AAMFT), juga National Association of Social Workers, dan American Psychological Association. 

Dia katakan, jika pasangan Anda seperti Peter Pan, Anda mungkin seperti Wendy, tanpa sengaja mendorong perilaku kekanak-kanakannya dengan mengambil peran sebagai ortu. 

Feuerman merujuk buku karya psikolog Dan Kiley yang berjudul The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up (1983). Buku tersebut best seller waktu itu sampai dijadikan film anak-anak. Menceritakan tokoh Peter Pan yang kekanak-kanakan. Maka, pria dewasa yang kekanak-kanakan disebut mengidap Peter Pan Syndrome.

Di kisah itu ada tokoh Wendy yang disebut Feuerman. Wendy adalah Wendy Moira Angela Darling, tokoh protagonis dalam kisah Peter Pan, sebagai gadis muda dari London yang berperan sebagai ibu Peter Pan yang jauh lebih tua.

Feuerman melanjutkan, perempuan yang punya suami kayak Peter Pan mungkin awalnya tidak sadar. Semua pria bisa bersandiwara seolah-olah dewasa, macho, tanggung jawab, kerja keras, dan sebagainya. Namun, lama-lama ketahuan Peter Pan-nya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: