Janji nang Pantai Klayar, Jangan Tinggal Janji
PANTAI Klayar di Pacitan sedang ramai pengunjung saat libur Lebaran 2026. -Suryanto untuk Harian Disway-
Jangan biarkan orang hanya pulang membawa dua kalimat yang bertabrakan: ”Pacitan indah sekali, tetapi jalannya luar biasa berat”.
Jangan biarkan wisatawan mengagumi pantainya sambil mengeluhkan aksesnya. Jangan pula biarkan warga lokal hanya menjadi penonton dari ramainya kunjungan, tanpa sistem yang membuat ekonomi mereka tumbuh lebih kuat dan lebih teratur.
Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus membaca itu sebagai momentum. Pacitan sudah menang di urusan panorama. Itu bukan masalah.
Tantangannya sekarang adalah membenahi hal-hal yang justru menentukan mutu pengalaman: jalan menuju destinasi, kestabilan listrik, penguatan sinyal, integrasi antarlokasi wisata, penataan parkir, penginapan rakyat, dan penguatan BUMDes sebagai simpul ekonomi lokal.
Pacitan tidak kekurangan pesona. Yang masih kurang adalah keberanian menata pesona itu menjadi pengalaman wisata yang matang. Sebab, hari ini Pacitan memang masih bisa ramai karena alamnya luar biasa.
Namun, untuk menjadi besar, Pacitan tidak cukup hanya indah. Ia harus mudah dijangkau, nyaman dinikmati, dan adil manfaatnya bagi warga sendiri.
Didi Kempot sudah membantu membuat Pantai Klayar hidup dalam ingatan banyak orang. Sekarang giliran pemerintah memastikan bahwa janji di Pantai Klayar itu tidak berhenti sebagai lagu.
Ia harus menjadi janji pembangunan yang sungguh-sungguh ditunaikan. Kalau tidak, Pacitan akan terus dikenang sebagai tempat yang sangat cantik, tetapi selalu menyisakan satu kalimat penyesalan: semestinya bisa jauh lebih hebat. (*)
*) Suryanto adalah guru besar psikologi sosial Universitas Airlangga dan Rektor Universitas 45 Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: