Kartini Survivor: Kirana Bangkit dari Trauma Kekerasan Seksual

Kartini Survivor: Kirana Bangkit dari Trauma Kekerasan Seksual

Kartini Survivor: Kirana bangkit dari trauma kekerasan seksual. Foto ilustrasi diperagakan oleh model.-Boy Slamet-Harian Disway

Salah satu semangat Kartini adalah keberanian untuk menggugat keadaan dan bangkit dari keterpurukan. Kirana, seorang gadis 19 tahun, mendapati hidupnya hancur lebur di usia sangat dini. Dia menjadi korban kekerasan seksual dari tetangganya. Perjalanan dia memutus rantai trauma begitu panjang dan berat…

— 

SURAT-SURAT RA Kartini banyak merekam kegelisahan tentang kegelapan yang mengekang perempuan pada masanya. Bagi Kirana (bukan nama sebenarnya), "kegelapan" itu datang terlalu dini. Dia mengalami pelecehan saat masih SD.

Kirana membagikan kisahnya di sela-sela waktu istirahat di tempat kerjanya. Sebuah coffee shop kekinian di kawasan Surabaya Timur. Alunan musik pop bergema dari loudspeaker yang terpasang di beberapa sudut ruangan. Harum kopi semerbak.

Setelah lulus SMK setahun yang lalu, Kirana memang tidak lanjut kuliah. Dia bekerja untuk menyambung hidup. Dia bukan dari golongan orang ber-privilege.

BACA JUGA:Kartini Survivor: Devi Mahardianingtyas, Penyandang Dwarfisme yang Jadi Andalan Kantor Imigrasi

BACA JUGA:Kartini Survivor: Rentan Alami Kelelahan Emosional, Para Pendamping Boleh Mundur Sejenak untuk Rawat Kewarasan

Mungkin, kalau ada mesin waktu, Kirana ingin me-reset semuanya. Supaya tragedi yang dia alami saat berusia delapan tahun itu tidak terjadi. Dia tinggal di kompleks yang padat. Anak-anak tetangga kebanyakan laki-laki. Kirana sering bermain dengan mereka.

Ibu dan ayahnya sibuk bekerja. Sehingga dia dititipkan pada salah satu tetangga. Begitu pula sebaliknya. Anak lelaki keluarga itu juga dititipkan ke ibu Kirana kalau orang tuanya bepergian. Sekilas, itu seperti hubungan bertetangga yang hangat dan akrab.

Suatu hari, anak tetangga yang setahun lebih tua dari Kirana, mengajarinya melakukan seks oral. Kirana menurut, karena dia tidak tahu apa arti aktivitas itu. Hal itu terjadi berkali-kali, hingga Kirana terbiasa. Sampai berujung pada persetubuhan.

Kebetulan, ibu Kirana pulang kerja menjemput anaknya di rumah tetangga. Dia memergoki aktivitas itu. Tentu sang ibu marah besar. Dia tidak terima anaknya diperkosa. Namun, permasalahan itu selesai secara kekeluargaan. Sebab Kirana dan pelaku masih di bawah umur.

BACA JUGA:Kartini Survivor: Open Mind, Update Wawasan & Panjang Sabar Jadi Bekal Pendamping Penyintas Kekerasan Seksual

BACA JUGA:Hari Kartini: Antara Perayaan dan Pemaknaan

Setelah beranjak remaja, Kirana mengetahui bahwa hal itu salah. Tapi dia memaafkan pelaku. Hingga kini Kirana dan pelaku masih tinggal berdampingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: