Yok Dolan Pos Bloc, Serunya Peserta Bernostalgia dengan Permainan Tradisional

Yok Dolan Pos Bloc, Serunya Peserta Bernostalgia dengan Permainan Tradisional

Aksi seorang peserta ketika memainkan lompat tali dalam ajang Yok Dolan Pos Bloc, 18 April 2026.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Orang dewasa di SURABAYA dan segala kesibukannya. Berangkat kerja, mengurus rumah, saat senggang memilih scroll media sosial.

Tapi pada Sabtu sore, 18 April 2026, banyak orang dewasa memilih datang ke Pos Bloc Surabaya. Lepas dari gawai. Lalu mengakrabi kembali masa kecil.

Tak sekadar nongkrong atau jajan. Di Pos Bloc, mereka memainkan kembali permainan tradisional. Lompat tali. Gobak sodor. Engklek. Kelereng. Rata-rata generasi Boomers dan Milenial. Membawa anak-anak mereka pula.

Di rumput sisi timur kawasan tersebut, puluhan peserta berbaris rapi. Kemudian mengikuti arahan panitia. Dimulai dengan pemanasan. Orang dewasa dan anak-anak jadi satu. Sebagian mengenakan batik. Baju adat. Hingga kebaya. 

BACA JUGA:⁠5 Permainan Tradisional yang Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Teman

BACA JUGA:Festival Anak Indonesia Hebat Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Surabaya

Sebab, acara bertajuk "Yok Dolan: Traditional Games" itu merupakan rangkaian agenda Road to Kartini untuk memperingati Hari Kartini, 21 Mei. Acara itu diinisiasi oleh Komunitas Bermain Surabaya.


Keseruan kotak pos, permainan yang menuntut peserta untuk berpikir cepat dalam ajang Yok Dolan di Pos Bloc, 18 April 2026.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway

Tak sampai setengah jam, barisan kecil itu membesar. Orang-orang berdatangan. Silih berganti. Hingga jumlahnya mencapai lebih dari 200 peserta.

Usai peregangan, panitia mengajak peserta ice breaking "1,2,3 dor". Peserta berdiri melingkar. Lalu berhitung bergantian. Saat angka tertentu disebut, peserta yang kebagian angka itu atau kelipatannya harus menyebut namanya.

Jika salah, diminta maju. Hukumannya ringan. Salah satunya menyanyikan lagu Balonku Ada Lima. Tapi semua vokal "a" diganti "i". Seru. Itu membuat semua tertawa.

BACA JUGA:Ramadan dan Tren Permainan Tradisional: Dari Petasan hingga Meriam Bambu

BACA JUGA:Dinda Syahva Salshabilla, Finalis Puteri Indonesia 2025, Peduli Kesehatan dan Permainan Tradisional

Permainan utama dimulai dengan "kotak pos". Peserta duduk melingkar. Bersila. Tangan mereka diposisikan menyilang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway