Lebih Dekat dengan Pesta Pernikahan Tradisional yang Intimate: Simpel Tanpa Mengaburkan Kesan

Lebih Dekat dengan Pesta Pernikahan Tradisional yang Intimate: Simpel Tanpa Mengaburkan Kesan

KESIBUKAN persiapan wedding di studio Celtic Indonesia pada 9 April 2026. Konsep intimate wedding tidak menghilangkan detail yang berkesan, seperti foto-foto.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Farezal Ardhiansyah sedang mempersiapkan pernikahan. Sejak awal, ia dan calon istri sudah menetapkan konsep intimate. "Ini yang paling sesuai dengan karakter saya yang introvert," katanya kepada Harian Disway saat ditemui 9 April 2026.

Lelaki 27 tahun itu mengatakan bahwa pesta pernikahan adalah momen penting yang paling pas dirayakan bersama orang-orang terdekat. Maka, undangan tak perlu disebar ke sebanyak mungkin orang.

Merayakan momentum berharga dalam hidup dalam suasana yang hangat bersama orang-orang dekat menjadi pilihannya. 

"Bagian yang terpenting (dari pernikahan) adalah membiayai kehidupan setelah menikah nanti," imbuhnya.

BACA JUGA:Desainer Tex Saverio dan Yogie Pratama Hadirkan Koleksinya di Westin Wedding Fair 2026

BACA JUGA:Di Balik Pre-Wedding Session Farezal Ardiansyah dan Arnetta Eka Octavian: Ikat Janji di Banyuwangi

Farezal tidak sendirian, belakangan semakin banyak pasangan yang mengemas pesta pernikahan mereka dalam konsep intimate. Tren itu juga diungkapkan Veni Laksono yang sudah dua dekade bergelut di industri wedding dan event organizer.

Dia mengatakan bahwa mayoritas pertimbangan pengantin yang memilih intimate wedding adalah biaya. Sebagian besar sepemikiran dengan Farezal. Yakni, mengalokasikan porsi terbesar tabungan untuk membina rumah tangga setelah pesta. Maka, anggaran untuk pesta sengaja tidak banyak. 

Namun, intimate wedding tidak lantas diselenggarakan tanpa konsep. Pernikahan tradisional pun tetap cocok dikemas secara intimate. Tentunya, dengan penyesuaian di sana-sini. 

"Bersama Celtic Indonesia, saya bersyukur sudah berkeliling mulai dari ujung Sumatera hingga Papua. Hampir semua kota besar di Indonesia sudah kami kunjungi, dan setiap daerah memiliki tradisi masing-masing," ujar Veni saat dikunjungi Harian Disway pada 9 April 2026. 

BACA JUGA:8 Langkah Memilih Wedding Organizer agar Pernikahan Impian Anda Berjalan Sempurna

BACA JUGA:Tren Intimate Wedding ala Gen Z, Antara Kesederhanaan dan Ancaman Pudarnya Tradisi



Tradisi Nusantara yang begitu kaya membuat perempuan kelahiran Surabaya itu menoleransi banyak penyesuaian dalam pesta pernikahan tradisional. Atas pertimbangan itu pula, dia lebih sering menawarkan kompromi sebagai solusi bagi klien dan orang tua mereka. 

"Biasanya acara adat itu kemauan orang tua, tetapi kami senang karena itu bagian dari melestarikan budaya agar tidak lekang oleh waktu. Tantangannya adalah meyakinkan calon pengantin yang terkadang ogah-ogahan menjalankan ritual panjang," ungkapnya. 

Di Indonesia, jumlah tamu untuk intimate wedding masih cukup lumayan. Yakni, rata-rata 300 orang. Dari jumlah itu, keluarga mempelai biasanya mendominasi. Dalam konsep pernikahan yang seperti itu, Veni biasanya menyarankan agar fasilitasnya dimaksimalkan. 

Misalnya, dari segi venue, katering, dan dekorasi. Sekali lagi, dia mengajak pengantin berkompromi. Baik dengan wedding organizer maupun orang tua. 

BACA JUGA:Konsep Foto Prewedding Unik: Dari Vintage Sampai Cosplay

BACA JUGA:Intimate Wedding, Menikah dengan Lebih Personal dan Hangat

2 Hearts Wedding Organizer, misalnya. Di sana, sebagian besar klien memesan paket intimate yang mengundang sekitar 100-150 tamu. Pelaminan pun disediakan yang ukurannya 2x6 meter. 

Jika masih tersisa space kosong, biasanya wedding organizer akan menambahkan hiasan atau dekorasi. Namun, sebelum pesta, klien wajib memastikan ukuran luas ruangan yang akan dipakai pada hari penting mereka.

"Dalam penghitungan katering, kami menyediakan 300 pax untuk 150 undangan. Kami juga mendampingi vendor dalam penataan dekorasi dan memastikan semuanya berjalan lancar. Test food juga disediakan bagi pengantin,” terang Vanessa Margha dari 2 Hearts Wedding Organizer di sela pameran wedding di Royal Plaza Jumat, 24 April 2026.

Betternity Organizer punya standar hampir sama dengan Veni soal jumlah tamu. Yakni, berkisar 200-300 orang untuk intimate wedding. "Jatah penanganan wedding tetap kami berikan 6 jam sesuai perjanjian meskipun acaranya intimate," ujar Meylani Latief, project manager Betternity Organizer. 

BACA JUGA:Catatan Perusuh Disway Menjelang Golden Wedding Anniversary Dahlan Iskan dan Napiah Sabri

BACA JUGA:5 Konsep Pernikahan Populer Tahun 2025 dari Rustic hingga Brown Wedding


BUSANA PENGANTIN kian beragam. Calon mempelai tinggal menyesuaikan pilihan mereka dengan konsep acara dan budget yang tersedia.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway

Jumlah makanan yang disediakan juga disesuaikan dengan kesepakatan bersama klien. Untuk intimate wedding, Betternity Organizer menyiasati ruangan dengan dekorasi.  "Bisa juga dipasang wall cover. Sayang kalau gedungnya besar tetapi dekorasi dan tamunya sedikit," jelas Meylani.

Veni pernah mengerjakan konsep pernikahan outdoor yang acaranya berlangsung dari pagi hingga siang. "Untuk membuat acara lebih terasa personal dan berkesan, kami menyediakan kacamata hitam dan payung renda cantik untuk tamu," ucapnya. Memang begitulah konsep intimate wedding, simpel tetapi detail. 

Meski begitu, Veni mengatakan bahwa intimate wedding tidak selalu menghabiskan biaya yang murah. Sebab, semuanya tergantung rencana pengantin. 

Salah satu contohnya adalah pengantin yang memilih menikah di luar negeri, seperti Italia. Dengan anggaran yang sama, calon pengantin punya dua pilihan. Yakni, mengundang 500 orang di Surabaya atau membawa sekitar 30 hingga 50 orang keluarga inti ke Italia. 

BACA JUGA:Legacy Ballroom Surabaya Ideal untuk Pernikahan Tradisional, Bisa Tampung 1.000 Orang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: