Profil Pemilik Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Diduga Picu Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo

Profil Pemilik Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Diduga Picu Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo

Pham Thu Houng, pemilik Green SM, layanan mobil listrik asal Vietnam.-Vietnamnet-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Salah satu unit taksi listrik Green SM diduga menjadi pemicu kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 yang menewaskan 14 orang, sehingga pemilik perusahaan taksi tersebut kini menjadi sorotan publik. 

Green SM Indonesia sendiri beroperasi di bawah PT Xanh SM Green yang merupakan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik dengan armada produksi VinFast. 

Di Vietnam, Xanh SM telah menguasai lebih dari separuh pasar layanan transportasi penumpang, bersaing dengan Be Group dan Grab Holdings.

Perusahaan ini menawarkan layanan transportasi daring berbasis kendaraan listrik yang terhubung dengan GSM (Smart anda Green Mobility Joint Stock Company).


Sosok pemilik Green SM dan jejak bisnisnya setelah taksi listriknya disorot dalam insiden tabrakan KA di Bekasi Timur.-Xanh SM-

BACA JUGA:KAI Tanggung Biaya Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, 14 Tewas dan 84 Luka

BACA JUGA:13 KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Penumpang Dapat Refund Penuh

Berada di bawah naungan Vingroup, perusahaan tersebut tersebut mulai melakukan ekspansi ke pasar Indonesia pada tahun 2024. 

Pemilik Green SM, Layanan Taksi Listrik asal Vietnam

Pham Thu Houng lahir di Hanoi pada 14 Juni 1969. Ia dikenal sebagai pelajar berprestasi yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Uni Soviet dan berhasil meraih gelar sarjana di bidang hukum internasional dari Universitas Nasional Kyiv, Ukraina. 

Pada masa itu, Vietnam memiliki hubungan erat dengan negara-negara Eropa Timur khususnya Uni Soviet, sehingga banyak mahasiswa berprestasi dikirim untuk menempuh pendidikan di bidang ekonomi, keuangan, sains, dan teknologi. 

BACA JUGA:KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan Kereta, KRL Hanya Sampai Bekasi

BACA JUGA:Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Minta Maaf dan Fokus Evakuasi

Houng kemudian bertemu Pham Nhat Voung di komunitas mahasiswa Vietnam di Uni Soviet. Vuong dikenal sebagai mahasiswa berprestasi yang menempuh studi ekonomi dan geologi di Institut Geologi Moskow. Keduanya kemudian menjalin hubungan dan menikah pada 1993 setelah ia lulus. 

Saat krisis ekonomi melanda Ukraina, mereka memperoleh pinjaman awal sebesar US10.000 dengan bunga tinggi yang kemudian digunakan sebagai modal untuk memperoduksi mi instan merek Mivia pada 1995. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: