Workshop bersama Batik Teyeng Surabaya: Proses Mencanting sampai Ngelorot Tuntas dalam Dua Jam

Workshop bersama Batik Teyeng Surabaya: Proses Mencanting sampai Ngelorot Tuntas dalam Dua Jam

Peserta workshop batik berfoto bersama usai mengikuti kelas membatik di Moji Restoran Hotel Varna Surabaya, dengan membawa hasil karya masing-masing, Rabu 6 Mei 2026.-Rosyidah Ariyati -Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Belajar membatik tidak melulu serius. Dengan metode yang santai dan menyenangkan, proses membatik menjadi lebih menarik.

Itu yang terlihat dalam workshop membatik bersama Firman Asyhari, owner Batik Teyeng Surabaya, pada Rabu, 6 Mei 2026. Acara berlangsung di Moji Restoran, Hotel Varna Culture Surabaya. 

Dalam workshop selama dua jam itu, Firman menjelaskan detail tentang batik dan proses membuatnya. Itu adalah upayanya untuk memasyarakatkan batik di Kota Pahlawan.

"Workshop ini sebenarnya sudah sering dilakukan. Harapannya batik bisa terus dikenal dan diminati, apalagi ini bagian dari heritage," ujar seniman batik asal Banyuwangi itu.

BACA JUGA: Diskusi Publik: Buketan hingga Bayonet Jejak Kolonial dalam Batik, Gugah Kesadaran Kritis & Sikap Dekolonisasi

BACA JUGA: Batik Surabaya: Identitas Kota yang Tercurah di Atas Wastra

Firman menyiapkan seluruh alat dan bahan untuk peserta. Mulai dari canting, kompor listrik untuk memanaskan malam, hingga rice cooker.

Selain itu, disediakan pula malam (lilin batik, Red), pewarna, serta kain berukuran sekitar 1 meter dengan lebar 15 sentimeter.


FIRMAN ASYHARI menunjukkan proses pelorotan malam pada kain batik, agar motif yang telah diwarnai lebih jelas terlihat.-Rosyidah Ariyati -Harian Disway

"Iya, alatnya kita siapkan semua. Canting, kompor listrik, rice cooker untuk ngelorot. Bahannya malam, pewarna, dan kain," kata lelaki yang kini tinggal di Benowo itu.

Firman mempersiapkan kain dan sketsa untuk keperluan workshop. Dengan demikian, peserta tidak memulai dari nol. Motif yang digunakan dalam pelatihan sore itu adalah tumbuh-tumbuhan. 

BACA JUGA: Bosan Motif Batik Biasa? Coba Digital Batik untuk Baju Lebaran Pria 2026

BACA JUGA: Rona-Rona Karir dan Kehidupan Penyandang Disabilitas di Jawa Timur (4): Batik Ciprat, Cipta Karya Disabilitas

Meski begitu, peserta tetap diberi ruang untuk berkreasi pada bagian tengah kain, yang memang sengaja dikosongi atau tidak diisi sketsa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: