Bosan Motif Batik Biasa? Coba Digital Batik untuk Baju Lebaran Pria 2026

Bosan Motif Batik Biasa? Coba Digital Batik untuk Baju Lebaran Pria 2026

Digital batik memberi sentuhan baru pada busana Lebaran pria, tetap bernuansa tradisi namun terlihat lebih kekinian.-Iqbal Nuril Anwar-iStockphoto.com

HARIAN DISWAY - Tren busana pria selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Demikian pula dengan baju Lebaran. Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tak lama lagi, motif dan model busana pria terbaru mulai bermunculan.

Jika sebelumnya model baju koko dan batik klasik mendominasi, pada 2026 muncul gaya baru yang lebih menarik perhatian. Yakni, motif digital batik.

Desain ini menghadirkan perpaduan kekayaan motif tradisional Nusantara dengan sentuhan visual modern yang terinspirasi dari teknologi dan desain futuristik.


DIGITAL BATIK menjadi tren baju Lebaran pria 2026, memadukan corak tradisional Nusantara dengan desain modern yang lebih futuristik.-Iqbal Nuril Anwar-iStockphoto.com

Perpaduan tersebut menghasilkan baju Lebaran pria yang elegan, tetapi juga segar dan relevan dengan selera generasi masa kini.

Apa itu Digital Batik?

Digital batik adalah inovasi dalam dunia fashion yang memadukan motif batik tradisional dengan teknologi desain modern.

Jika batik pada umumnya dibuat melalui proses tulis atau cap menggunakan malam dan pewarna alami, digital batik dirancang menggunakan perangkat lunak desain grafis sebelum kemudian dicetak pada kain dengan teknik printing tekstil.

Cara ini memungkinkan motif batik berkembang lebih variatif tanpa meninggalkan unsur tradisional sebagai budaya yang melekat di dalamnya.

BACA JUGA:Menghidupkan Kembali Tradisi Lokal: Tren Kain Tenun dan Batik dalam Fashion Modern

BACA JUGA:Rayakan Hari Batik Nasional 2025: 4 Tips Tampil Stylish dengan Batik Kekinian

Dalam digital batik, pola-pola klasik khas Nusantara seperti parang, kawung, dan mega mendung diberi sentuhan kontemporer. Misalnya melalui gradasi warna, garis geometris, efek tiga dimensi, atau komposisi pola minimalis.

Hasilnya adalah batik yang terlihat lebih modern dan futuristik. Namun, identitas budaya Indonesia dan makna tradisinya tetap ada.

Kehadiran digital batik juga membuat desain busana menjadi lebih fleksibel dan mengikuti selera generasi muda. Motifnya bisa dibuat lebih simpel, warna lebih berani, dan penempatannya menyesuaikan model pakaian seperti kemeja, baju koko, hingga outer.

Alasan-alasan itu membuat digital batik banyak dipilih sebagai alternatif busana Lebaran pria yang ingin tetap terlihat rapi dan tradisional, sekaligus segar dan modern.


MOTIF gamelan Jawa pada digital batik.--motif.batik.go.id

BACA JUGA:Bikin Batik Surabaya Populer lewat Talkshow dan Draping di Loka Batik 2025

BACA JUGA:Gelar Wicara Bahaya Zat Kimia terhadap Kesehatan Pengrajin Batik Warnai Loka Batik 2025

Alasan Tren Digital Batik Digemari

Tren digital batik mulai banyak diminati karena mampu menghadirkan tampilan batik yang lebih segar tanpa meninggalkan nilai budaya.

Motif-motif batik tradisional seperti parang, kawung, hingga mega mendung kini diolah menggunakan teknologi desain digital sehingga menghasilkan pola yang lebih modern, rapi, dan variatif.

Perpaduan tersebut membuat batik tetap terasa khas Nusantara, tapi tampil lebih sesuai dengan selera generasi muda.

Selain itu, digital batik juga menawarkan pilihan warna dan pola yang lebih berani dibandingkan batik konvensional.

BACA JUGA:Batik Tulis Tenun Gedhog Tuban Raih IG Pertama di Jatim untuk Produk Kerajinan Nonpangan

BACA JUGA:Bunda Ani Ajak Anak Cintai Budaya Lewat Fashion Show Batik

Desainer dapat menghadirkan efek gradasi, pola geometris, hingga sentuhan futuristik yang membuat baju terlihat lebih stylish saat dipakai pada momen Lebaran.

Hal ini menjadikan digital batik tidak hanya cocok untuk acara keluarga saat Idulfitri, tetapi juga dapat digunakan untuk kegiatan semi formal lainnya.

Faktor lain yang membuat tren ini populer adalah fleksibilitas gaya yang ditawarkan.

Baju Lebaran pria dengan motif digital batik mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan, seperti celana bahan, chino, maupun celana hitam klasik.

BACA JUGA:Rona-Rona Karir dan Kehidupan Penyandang Disabilitas di Jawa Timur (4): Batik Ciprat, Cipta Karya Disabilitas

BACA JUGA:BRI Bina Kain Indonesia by Shifara, UMKM Batik Lokal Bangkit Lewat Koleksi Office Wear

Tips Memilih Baju Lebaran Digital Batik 

1. Pilih motif yang tidak terlalu ramai

Motif digital batik biasanya memiliki pola yang lebih kompleks dibanding batik klasik. Karena itu, memilih motif yang seimbang akan membuat tampilan terlihat lebih rapi, elegan, dan tidak berlebihan saat dipakai di Hari Raya.

2. Perhatikan pemilihan warna

Warna yang tepat dapat membuat penampilan terlihat lebih menarik. Warna netral seperti hitam, navy, cokelat, atau krem sering menjadi pilihan karena mudah dipadukan dengan berbagai jenis celana.

3. Utamakan bahan yang adem dan nyaman

Aktivitas saat Lebaran biasanya cukup padat, mulai dari Salat Id hingga bersilaturahmi. Oleh karena itu, pilih bahan seperti katun atau linen yang mampu menyerap keringat dan terasa nyaman dipakai seharian.

4. Sesuaikan ukuran dengan bentuk tubuh

Pilih potongan baju yang pas di tubuh, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Ukuran yang tepat akan membuat penampilan terlihat lebih rapi sekaligus memberikan kenyamanan saat bergerak.

BACA JUGA:BRI Bantu Batik Malessa Tembus Premium

BACA JUGA:Batik Siger Lampung Berkembang di Rumah BUMN BRI

5. Pilih model yang sesuai dengan acara

Untuk suasana Lebaran, model seperti kemeja batik lengan panjang atau baju koko dengan sentuhan digital batik bisa menjadi pilihan yang tepat karena tetap terlihat sopan tapi modern. (*)

*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: e-batik.vercel.app