Renovasi KBS Surabaya akan Libatkan Swasta, Tak Cuma Andalkan APBD

Renovasi KBS Surabaya akan Libatkan Swasta, Tak Cuma Andalkan APBD

Suasana KBS Surabaya. Destinasi itu meraih juara 1 kategori Nature Based Tourism dalam Surabaya Tourism Awards 2025.-Sahirol Layeli-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pemerintah Kota SURABAYA memastikan rencana renovasi Kebun Binatang SURABAYA (KBS) akan dilakukan dengan kolaboratif. Artinya, pembiayaan proyek itu tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Turut melibatkan pihak ketiga.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa fokus utama pembenahan berada pada bagian depan, khususnya fasad pintu masuk. Area itu dinilai menjadi wajah utama KBS yang harus mampu memberikan kesan pertama yang kuat bagi pengunjung.

"Yang connect (menyambung) dengan Patung Surabaya sama yang dari tunnel (jembatan bawah tanah). Jadi nanti ada perubahan di titik itu juga sepanjang dindingnya. Sehingga orang itu akan menarik untuk datang ke Kebun Binatang Surabaya," kata Eri yang juga kader PDIP, Kamis, 30 April 2026.

BACA JUGA:Surabaya Bidik 250 Emas Porprov Jatim 2027, Persiapan Digeber Sejak Dini

BACA JUGA:KBS–iZoo Jepang Teken MoU, Sepasang Komodo Dipinjamkan untuk Program Breeding

Selain perubahan tampilan depan, Pemkot juga menyiapkan konsep baru yang cukup menarik. Nantinya, masyarakat tetap bisa menikmati suasana kebun binatang meskipun tidak masuk ke dalam area utama.

Caranya melalui titik pandang khusus yang terhubung dengan terowongan dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).


Puluhan ribu wisatawan padati area KBS pasca hari raya Idul Fitri 2026, Minggu, 22 Maret 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

"Tapi, nanti yang pasti yang di sisi tunnel orang yang tidak masuk ke kebun binatang, tapi bisa melihat view yang ada di dalam, binatang, tapi di satu sisi tertentu. Tidak semuanya, tunggu saja ya," bebernya.

Terkait anggaran, hingga kini proses perhitungan masih berjalan. Namun, Eri menegaskan bahwa keterlibatan pihak swasta menjadi solusi agar proyek tetap berjalan tanpa membebani APBD secara penuh. Skema yang dipertimbangkan adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

"Yang bisa mau CSR sehingga nanti kita berikan privilege apa, karena kan kita juga harus bisa mengembangkan inovasi-inovasi, privilege-privilege apa yang bisa saya berikan, tapi mereka yang membangun. Jadi kita itu juga kita lakukan di pemerintah kota. Kalau mengendalikan APBD, oh, sulit kita," ungkapnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan destinasi wisata. Dengan melibatkan pihak ketiga, Pemkot berharap dapat menghadirkan konsep yang lebih baru dan kompetitif dibandingkan tempat konservasi lain.

BACA JUGA:HJKS 733 Surabaya Siap Dongkrak Wisata Lewat Festival dan Light Parade

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Siapkan Skema Baru Atasi Banjir di Wilayah Selatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: