Tren Modern Wedding yang Jadi Pilihan Banyak Anak Muda Metropolis: Tertakar, Tak Ada yang Mubazir
MODERN WEDDING memberikan keleluasaan kepada mempelai dan wedding organizer dalam penyusunan acara.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Busana menjadi pertimbangan utama Farezal Ardiansyah memilih konsep pernikahan modern alias Modern Wedding. Baginya, busana pernikahan tradisional terlalu merepotkan. Tidak hanya bagi mempelai perempuan, tapi juga mempelai laki-laki.
"Terlalu banyak aksen, dan motifnya terlalu ramai. Itu membuat saya sebagai pengantin tidak menjadi poin utamanya karena orang akan fokus pada busana," kata lelaki 27 tahun yang akan melangsungkan pernikahan tahun ini tersebut.
Sepakat dengan calon istri tidak lantas kendala lenyap. Sebab, orang tua tetap menghendaki pernikahan yang wajar. Yakni, menganut konsep tradisional. "Kami harus bisa membujuk orang tua," terang Farezal.
Wedding Yes Fair di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, mewadahi banyak sekali harapan para calon pengantin. Termasuk, yang mendambakan kepraktisan ala Modern Wedding.
BACA JUGA:Wedding Organizer Taati Syariat dalam Konsep Islamic Wedding: Anjurkan Wudu sebelum Makeup
BACA JUGA:Menilik Kreativitas Para Perias Pengantin Soal Pakem Tradisional: Paes dan Alis Menjangan Jadi Perhatian
Roy Sondang, marketing JPR Bridal and Boutique, mengatakan bahwa kini model gaun pengantin modern sangat simpel. Namun, gaun-gaun itu tetap elegan.
"Klien sekarang tidak suka model yang terlalu ramai jahitan atau manik-manik. Yang dicari yang lebih menonjolkan cutting (potongan, Red) dan dibuat dari bahan berkualitas," katanya.
GAUN PENGANTIN simpel dan elegan banyak menjadi pilihan generasi muda. Busana bisa ditambah aksesoris dan sampiran lain agar terlihat berbeda.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway
Biasanya, ia mengaplikasikan teknik sembur pada gaun pengantin. Sedangkan, manik-manik yang berkilauan hanya ditempel pada bagian tertentu.
Untuk mempelai pria, model jas yang paling banyak dipesan adalah beskap atau semi-beskap, serta kerah tuksedo dengan tambahan dasi kupu-kupu. Model tersebut, menurut Roy, bisa dipakai lagi sampai dua atau tiga look.
BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Pesta Pernikahan Tradisional yang Intimate: Simpel Tanpa Mengaburkan Kesan
BACA JUGA:Tren Intimate Wedding ala Gen Z, Antara Kesederhanaan dan Ancaman Pudarnya Tradisi
"Kami menyebutnya origami. Untuk pria, dasinya bisa diganti atau ditambah aksesori sehingga perubahan tampilannya dari momen akad atau pemberkatan ke resepsi hanya dengan satu baju sehingga lebih mudah," terang Roy kepada Harian Disway yang menemuinya Jumat, 1 Mei 2025.
Sama seperti busana mempelai pria, gaun pengantin pun banyak yang menginginkan satu gaun bisa dipakai untuk banyak acara. Misalnya, tube dress plus cardigan untuk pemberkatan nikah di gereja. Bisa juga dilengkapi dengan tambahan rok berbentuk menyerupai ekor panjang, serta hand gloves.
"Nanti begitu tiba saatnya resepsi, tambahan rok panjang yang berbentuk seperti ekor bisa dilepas, begitu juga cardigan-nya," jelas Roy.
Pendapat senada disampaikan Lia Rahmani, owner wedding organizer yang menjadi tenant dalam rangkaian Wedding Yes. "Misalnya, klien bersikukuh pada konsep tradisional tetapi masih terkesan modern, kami akan menyesuaikannya," ucapnya.
BACA JUGA:Legacy Ballroom Surabaya Ideal untuk Pernikahan Tradisional, Bisa Tampung 1.000 Orang
BACA JUGA:Desainer Tex Saverio dan Yogie Pratama Hadirkan Koleksinya di Westin Wedding Fair 2026
ROY SONDANG dari JPR Bridal and Boutique menerangkan konsep Modern Wedding pada Jumat, 1 Mei 2026.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway
Zaman sekarang, pernikahan modern pun sering dikemas ala atraksi. Ada flashmob dan taburan confetti dalam pesta. "Sejauh ini, sebagian besar klien memang lebih memilih konsep pernikahan modern," ujar Lia.
Terpisah, Veni Laksono yang sudah banyak makan asam garam pesta pernikahan mengatakan bahwa konsep pernikahan modern sangat beragam perwujudannya. "Kami pernah membuat pernikahan dengan tema Star Wars, Game of Thrones, bahkan Wedding Concert dengan mengundang Dewa 19," jelasnya.
Biasanya, Modern Wedding lebih banyak menerapkan konsep ramah lingkungan. Termasuk, undangan yang paperless. Itu juga bisa membantu persiapan pesta lebih presisi. Sebab, mereka yang mendapatkan undangan akan langsung diminta menjawab bersedia datang atau tidak.
Untuk kaitannya dengan teknologi tersebut, Veni meminta publik lebih teliti. Pastikan vendor bisa dipercaya dan tidak punya kecenderungan untuk memanfaatkan data pribadi yang terekam ketika tamu mengonfirmasikan undangan.
BACA JUGA:Di Balik Pre-Wedding Session Farezal Ardiansyah dan Arnetta Eka Octavian: Ikat Janji di Banyuwangi
BACA JUGA:8 Langkah Memilih Wedding Organizer agar Pernikahan Impian Anda Berjalan Sempurna
"Saran saya, sebaiknya pengantin bekerja sama dengan vendor profesional yang memiliki akun WhatsApp terverifikasi. Mereka biasanya memiliki teknologi atau aplikasi yang bisa meyakinkan penerima sekaligus menjamin keamanan data pribadi," urainya.
MEILIANA TANDIONO dari Viding menunjukkan undangan digital yang diminati para calon pengantin dalam Wedding Yes Fair di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Surabaya.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway
Viding, salah satu tenant Wedding Yes, mengaku sudah beralih pada undangan digital. "Dengan fitur RSVP di undangan digital, tamu bisa melakukan reservasi terlebih dahulu. Hal ini sangat berpengaruh pada manajemen katering dan jumlah suvenir agar tidak mubazir," tegas Meiliana Tandiono, B2B partnership Viding. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: