Jembatan yang Tak Pernah Selesai
ILUSTRASI Jembatan yang Tak Pernah Selesai.-Arya/AI-Harian Disway -
Kita menghubungkan dua benua, dua samudra, dan ratusan suku. Maka, aneh bila di urusan manusia urusan yang paling menentukan masa depan kita, tetapi kita justru paling malas membangun penghubung.
HR sebagai ecosystem connector bukan slogan manajemen. Ia adalah panggilan. Pun, panggilan itu datang tepat ketika bangsa ini sedang gelisah mencari jalan ke Indonesia Emas 2045, sebuah janji yang akan ditagih anak-anak kita, bukan oleh kita sendiri.
Jembatan itu tidak akan pernah selesai, dan justru di situlah kemuliaannya. Sebab, bangsa-bangsa besar tidak diukur dari jembatan yang sudah selesai, tetapi dari jembatan yang terus mereka bangun sambil hujan, sambil ribut, sambil tetap percaya bahwa di seberang sana ada orang yang layak disambut.
Dan, ketika suatu hari nanti seorang manajer HR di Cikarang berkata, ”pagi ini saya menerima 47 pelamar berturut-turut,” barangkali itulah hari kala jembatan yang kita bangun diam-diam akhirnya tersambung. (*)
*) Yudi Fathoni Wijaya, HR profesional dan kandidat doktor pengembagan sumber daya manusia Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: