Harga Minyak Dunia Melonjak Menyusul Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan di Uni Emirat Arab

Harga Minyak Dunia Melonjak Menyusul Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan di Uni Emirat Arab

Harga minyak mengalami kenaikan pasca eskalasi di Selat Hormuz -AI Generated-

HARIAN DISWAYHarga minyak dunia kembali merangkak naik menyusul serangan yang terjadi di Uni Emirat Arab (UEA).

Harga kontrak patokan internasional minyak mentah, Brent untuk pengiriman Juli melonjak lebih dari lima persen.

Lonjakan biaya energi bagi konsumen sejak pecahnya perang telah menyebabkan penderitaan ekonomi di seluruh dunia dan menciptakan beban politik bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa bulan sebelum pemilihan kongres alias midterm elections

Menanggapi situasi keamanan yang memburuk, otoritas UEA telah memerintahkan seluruh sekolah untuk kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh hingga akhir pekan ini. Selain itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa pasukan mereka saat ini berada dalam status siaga tinggi menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Gencatan Senjata Terancam Batal: AS dan Iran Saling Serang di Dekat Selat Hormuz, Warga Sipil Jadi Korban

BACA JUGA:Eskalasi di Selat Hormuz: Kapal Perang AS Mencoba Masuk, Iran Lepaskan Tembakan Peringatan

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa empat rudal jelajah telah diluncurkan dari wilayah Iran, dengan tiga di antaranya berhasil ditembak jatuh sementara satu lainnya jatuh ke laut.

Selain serangan rudal, otoritas UEA juga menyebut bahwa Iran meluncurkan pesawat nirawak ke arah kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan minyak raksasa milik negara, ADNOC.


Kapal Destroyer AS USS Rafael Peralta (bawah) menghalau kapal tanker M/T Stream saat akan menuju ke pelabuhan Iran -US Centcom-

Seorang pejabat militer senior Iran tidak membantah adanya serangan tersebut, namun ia menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki "program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud".

BACA JUGA:Militer AS Mulai Pengawalan Kapal di Selat Hormuz Lewat 'Project Freedom'

BACA JUGA:AS Kerahkan Kapal Perang untuk Kawal Perlintasan Hormuz, Iran: Bisa Jadi Pelanggaran Gencatan Senjata

Pejabat tersebut menegaskan melalui televisi pemerintah bahwa insiden yang terjadi merupakan dampak dari petualangan militer Amerika Serikat yang mencoba menciptakan jalur bagi kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz secara ilegal. Menurutnya, militer AS harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang ditimbulkan dari tindakan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang dipandang sebagai sosok moderat, menyatakan bahwa bentrokan di selat tersebut membuktikan tidak ada solusi militer untuk krisis politik ini. Araghchi merujuk pada upaya Pakistan yang terus bertindak sebagai mediator bagi kedua belah pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: