Mata Keluarga
ACARA family gathering keluarga besar RS Mata Undaan, Surabaya. -Arif Afandi untuk Harian Disway-
Sebagai layanan kesehatan yang usianya hampir seabad, RS tersebut memiliki nilai historis. Karena itu, perlu terus menumbuhkan kebanggaan lintas generasi.
Ketika anak-anak dilibatkan, mereka tak hanya hadir secara fisik. Tapi, juga mulai mengenal nilai pengabdian, profesionalisme, dan legasi yang dibangun. Itu penting dalam membentuk ikatan emosional jangka panjang.
Temu keluarga karyawan itu juga penting untuk mencairkan sekat formal organisasi. Dalam suasana santai bersama keluarga, hubungan antarkaryawan menjadi lebih hangat, egaliter, dan humanis. Itu berdampak positif pada kerja tim, komunikasi, dan kolaborasi di lingkungan kerja.
Perusahaan juga perlu membangun budaya organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Itu bisa menjadi salah satu cara. Family gathering menjadi ruang merawat nilai kebersamaan, empati, dan saling percaya.
Sampean pasti setuju bahwa institusi yang kuat bukan hanya ditopang oleh sistem. Tapi, juga oleh relasi sosial yang kokoh. Apalagi, untuk institusi usaha yang sedang bertransformasi seperti RS Mata Undaan.
Jadi, kehadiran keluarga –termasuk anak-anak– bukan pelengkap. Tapi, bagian dari strategi membangun RS Mata Undaan yang tidak hanya profesional secara tata kelola. Tapi, juga kuat secara sosial dan kultural.
Membangun institusi bisnis yang berangkat dari spirit sosial memang tak harus berambisi laba besar. Bahwa institusi itu harus untung, ya. Untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan visi sosial.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan usaha tersebut terus hidup, bertumbuh, dan memberikan manfaat tanpa henti. Bagi lembaga layanan kesehatan, keberlanjutan bukan sekadar indikator kinerja. Tapi, syarat agar pengabdian itu tidak pernah terputus.
RS Mata Undaan sejak awal bukan sekadar entitas bisnis. Ia adalah ikhtiar panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan mata yang excellence, terjangkau, dan manusiawi bagi masyarakat.
Logika yang dibangun bukan semata berapa untungnya. Tapi, berapa lama dan seberapa luas manfaatnya bisa dirasakan. Dalam hal ini, keberlanjutan adalah bentuk tanggung jawab moral. Agar makin banyak orang bisa melihat dunia dengan lebih terang.
Membangun institusi seperti itu ibarat menanam pohon mangga di halaman rumah. Kita tidak menanamnya untuk langsung panen besar minggu depan. Kita rawat pelan-pelan, kita siram, kita jaga.
Tahun-tahun awal mungkin belum berbuah. Tapi, ketika ia tumbuh kuat, akarnya kokoh. Buahnya bisa dinikmati bukan hanya oleh kita, tapi juga tetangga, anak-anak, bahkan orang yang lewat.
Begitulah RS Mata Undaan seharusnya dilihat dan dikelola. Ia harus menjadi pohon kebaikan yang terus tumbuh dan memberi. Sampai berabad-abad ke depan.
Family gathering pada akhirnya bukan sekadar kumpul-kumpul. Ia adalah cara kita memastikan bahwa pohon itu dirawat bersama: oleh karyawan, oleh keluarga, oleh semua yang merasa menjadi bagian.
Ia adalah jalan lain untuk memastikan RS itu terus memberikan manfaat. Cara lain untuk menjaga agar institusi kesehatan tersebut tetap relevan dalam setiap zaman. Tidak mati tergerus perubahan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: