Mata Keluarga
ACARA family gathering keluarga besar RS Mata Undaan, Surabaya. -Arif Afandi untuk Harian Disway-
INI bukan kali pertama. Keluarga besar RS Mata Undaan menggelar kumpul-kumpul keluarga. Alias family gathering. Tapi, tahun ini yang terbesar. Dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari enam ratus orang.
Memanfaatkan libur panjang akhir pekan, acara digelar di Semarang. Rombongan diangkut dengan 15 bus. Dua malam menginap di hotel. Juga, digelar gala dinner untuk memperingati 93 tahun RS mata legendaris itu.
Bukan hanya karyawan yang ikut. Tapi, juga keluarga. Dibatasi maksimal dengan dua anak. Karena itu, selain acara gala dinner yang agak serius, juga ada acara ke tempat wisata. Untuk melepas penat bersama keluarga.
BACA JUGA:Bang Bank Mata
Saya dan istri berangkat dari Jakarta. Dengan kereta. Tak ikut naik bus. Yang enak itu. Seperti bus-bus premium jarak jauh. Yang kursinya nyaman sekali. Ikut menikmati selama perjalanan ke taman wisata di Semarang.
Gayeng.
Beberapa tahun lalu masih 300-an yang ikut. Kini sudah dua kali lipat. Padahal, belum melibatkan karyawan unit usaha yang sudah menjadi grup RS Mata Undaan. Misalnya, CDC RSMU, Klinik Utama Bersamamu Sidoarjo, dan Klinik AGM di Pare, Kediri.
Kelak mereka harus ikut. Beberapa tahun ke depan. Biar makin merasa sebagai bagian dari keluarga. Warga besar Mata Undaan. Yang terus berkembang. Memperluas jejaring layanan kesehatan mata.
Sebetulnya, tradisi melibatkan keluarga dalam event dua tahunan itu sudah berlangsung sejak lama. Pernah sampai seperti carter pesawat sendiri ke Lombok. Karena satu pesawat hampir diisi penuh rombongan RS Mata Undaan.
Mengapa melibatkan keluarga karyawan? Ini bukan sekadar untuk meramaikan acara. Tapi, bagian dari strategi membangun budaya organisasi dan keberlanjutan institusi. Rumah sakit heritage yang berdiri sejak zaman Belanda.
Bagaimana bisa? Ya. Dengan mengajak keluarganya, kita sedang membangun rasa memiliki yang lebih dalam. Ketika keluarga ikut hadir, pekerjaan di rumah sakit tidak lagi terasa sebagai urusan individu. Tapi, menjadi bagian dari perjalanan bersama.
Pasangan dan anak-anak pasti akan paham. Bahwa kontribusi orang tua mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sebuah institusi yang melayani masyarakat. Lembaga sosial yang terus dikelola secara profesional.
Kegiatan itu juga untuk menguatkan dukungan emosional dari rumah. Transformasi tata kelola RS Mata Undaan jelas butuh energi, waktu, dan komitmen ekstra. Tidak hanya oleh karyawan.
Dukungan keluarga menjadi faktor kunci. Dengan melihat langsung lingkungan kerja dan komunitasnya, keluarga akan lebih memahami dan mendukung proses tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: