Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Kampung Legenda Tampilkan Wajah Asli Surabaya

Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Kampung Legenda Tampilkan Wajah Asli Surabaya

SUGENG HERI KUSWANTO (ketiga dari kiri) bersama para punakawan dalam acara rutin tiap Sabtu di Kampung Legenda Surabaya. --Sugeng Heri Kuswanto untuk Harian Disway

HARIAN DISWAY - Deretan gubuk kayu dan saung bambu menjadi identitas Kampung Legenda di Jalan Lidah Kulon, Surabaya. Penggagasnya adalah Sugeng Heri Kuswanto aliasn Wawan yang kini dikenal sebagai Pak RT. Ia memimpin RT 5 RW 2. 

"Terus terang masyarakat sekitar Kampung Legenda sangat berbangga hati karena bisa menjuarai ajang bergengsi Surabaya Tourism Awards," katanya kepada Harian Disway Kamis, 7 Mei 2026. 

Ia menyebut Surabaya Tourism Awards (STA) 2026 sebagai penghargaan yang spesial karena tahu cara menghargai kerja keras masyarakat yang ingin menampilkan wajah asli Surabaya. 

Wawan berharap, predikat sebagai Kampoeng Tourism akan membuat Kampung Legenda makin dikenal. "Kami berharap bisa menjadi destinasi yang bukan hanya untuk dilihat, tapi juga sebagai tempat industri. Bukan sebagai tempat belaja, tapi juga sebagai ruang belajar, edukasi, dan budaya," paparnya.

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: JW Marriott Surabaya Deg-Degan karena Sesi Presentasi

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Park Shanghai Jadi Etalase Seni Budaya Tionghoa

Kampung Legenda yang berawal dari sejarah Joko Berek atau Sawunggaling berkembang menjadi atraksi dan edukasi budaya yang terbagi dalam 11 zona, berdasarkan filosofi tembang macapat. Maskumambang, Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmaradana, Gambuh, Dhandanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pucung. 

Pengunjung juga diajak bermain peran di Kampung Legenda. Pengunjung bisa menyewa pakaian dan memilih legenda yang hendak diperankan.

"Ada satu ruangan yang ada merak besarnya. Di situ biasanya disajikan kisah Reog Ponorogo. Ada yang menjadi Prabu Singo Barong dan tokoh lainnya," kata Wawan. 

Kuliner khas dari Kampung Legenda adalah Masin. Yaitu, sisa nasi yang diolah kembali dengan rempah, teri, dan udang.

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Museum Hidup Polrestabes Surabaya

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: The Westin Hotel Surabaya

"Itu dijadikan topping. Rasanya pedas kecut gitu. Tidak akan ditemukan di mana pun, kecuali di sini," terangnya saat Harian Disway berkunjung pada 25 April 2026.

"Saya ingin kampung ini tumbuh menjadi kampung yang berdikari secara ekonomi. Dan berkepribadian dalam kebudayaan," pungkasnya. (*) 

*) Peserta Magang Kemnaker RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: